Pulau Dewata yang tenang mendadak menjadi panggung penangkapan salah satu buronan paling dicari di Eropa. Steven Lyons (SL), pria berusia 45 tahun yang dikenal sebagai pemimpin organisasi kriminal transnasional asal Skotlandia, berhasil diringkus tim gabungan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Sabtu (29/3).
Penyergapan di Terminal Kedatangan
Pelarian Lyons berakhir tepat pukul 11.58 WITA saat ia baru saja menginjakkan kaki dari Abu Dhabi. Tanpa perlawanan berarti, tim gabungan dari Polda Bali, Divhubinter Polri, dan Imigrasi langsung mengamankan pria pemegang paspor Inggris tersebut berdasarkan Red Notice Interpol yang diterbitkan Spanyol.
Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, menegaskan bahwa Lyons bukan kriminal biasa. Ia adalah otak di balik sindikat besar yang mengendalikan perdagangan narkotika, pencucian uang, hingga operasional perusahaan fiktif di berbagai negara.
Rekam Jejak Berdarah: Perang Antar-Geng
Penyelidikan mengungkap bahwa Lyons telah menjadi buronan selama dua tahun terakhir. Ia diduga menjadi dalang aksi pembunuhan sadis di Malaga dan Madrid pada tahun 2024.
“Ini adalah persaingan berdarah antara dua kelompok besar asal Skotlandia, kelompok Daniel dan kelompok Lyons. Wilayah operasi mereka mencakup hampir seluruh Eropa, mulai dari Inggris, Spanyol, hingga Turki dan Dubai,” jelas Sekretaris NCB Interpol Indonesia, Brigjen Pol Untung Widyatmoko.
Operasi “Armour Room”: Kerja Sama Intelijen Dunia
Penangkapan ini merupakan bagian dari operasi internasional bersandi Armour Room. Investigasi besar-besaran ini melibatkan Guardia Civil Spanyol dan kepolisian Skotlandia, yang sebelumnya telah menciduk puluhan anggota sindikat di Eropa.
Berkat pertukaran informasi intelijen yang cepat antara NCB Abu Dhabi dan NCB Interpol Indonesia, pergerakan Lyons menuju Bali berhasil terdeteksi secara presisi.
Setelah menjalani proses serah terima (handing over) di Mapolda Bali pada Selasa (31/3), Steven Lyons dijadwalkan akan dideportasi pada Rabu (1/4) besok. Ia akan dikawal ketat oleh kepolisian Spanyol untuk mempertanggungjawabkan rentetan kejahatannya di hadapan hukum.
Meskipun belum ditemukan bukti investasi hasil pencucian uang Lyons di Indonesia, Polri menegaskan akan terus memantau jaringan internasional guna memastikan Bali tetap bersih dari pengaruh kartel global.