JAKARTA – Jannik Sinner kembali mengukuhkan statusnya sebagai petenis terbaik dunia setelah menumbangkan Carlos Alcaraz dalam partai final Monte Carlo Masters yang berlangsung ketat dan penuh tekanan, Minggu (12/4/2026) waktu setempat.
Kemenangan ini sekaligus mengantar Sinner merebut kembali posisi puncak ranking ATP yang sempat lepas sejak awal November tahun lalu, menandai kebangkitan konsistensinya di level tertinggi.
Pertarungan dua petenis terbaik dunia ini menjadi sorotan utama karena mempertemukan kembali rivalitas panas antara Sinner dan Alcaraz dalam final bergengsi.
Dalam laga puncak yang digelar di Monte Carlo, Sinner mengalahkan Alcaraz dengan skor 7-6 (7-5), 6-3 dalam pertandingan yang berlangsung sengit sejak awal hingga akhir.
Duel ini menjadi pertemuan pertama antara dua pemain peringkat teratas dunia sejak Sinner mengalahkan Alcaraz secara straight set pada final ATP Championship November lalu.
Kondisi cuaca berangin di lapangan turut memengaruhi jalannya pertandingan, menciptakan dinamika permainan yang sulit diprediksi dan menghasilkan total 83 kesalahan sendiri dari kedua pemain.
Sejak awal pertandingan, kedua petenis saling mencuri poin lewat break servis, namun tidak ada yang benar-benar mampu mengendalikan permainan secara penuh.
Pada set pertama, ketegangan memuncak hingga tie-break, di mana Sinner tampil lebih efektif dalam servis pertamanya dan berhasil memanfaatkan momentum penting.
Setelah sempat menyia-nyiakan satu dari dua peluang set point, kesalahan ganda dari Alcaraz membuka jalan bagi Sinner untuk mengamankan set pembuka.
Memasuki set kedua, Sinner sempat mengalami tekanan saat tertinggal 15-40 di game servis awalnya sebelum akhirnya mampu bangkit dan mempertahankan permainan.
Alcaraz sempat mengambil alih kendali dengan keunggulan 3-1 setelah berhasil mematahkan servis Sinner dan menjaga momentum.
Namun, Sinner menunjukkan mental juara dengan perlahan kembali menekan lawannya yang mulai kehilangan konsistensi dalam servis.
Keunggulan 4-3 yang diraih Sinner menjadi titik balik penting yang meningkatkan tekanan terhadap Alcaraz yang sebelumnya unggul dalam rekor pertemuan.
Kesalahan demi kesalahan dari petenis Spanyol itu kembali muncul, termasuk saat menghadapi break point krusial yang langsung dimanfaatkan Sinner tanpa ragu.
Sinner pun menutup pertandingan dengan meyakinkan sekaligus mengamankan gelar Masters 1000 ketiganya musim ini setelah sebelumnya berjaya di Indian Wells dan Miami.
Rentetan hasil impresif ini juga memperpanjang catatan kemenangan Sinner di turnamen Masters menjadi 22 pertandingan beruntun.
Kemenangan ini menjadi sinyal kuat bahwa Sinner tengah berada di puncak performa dan siap mendominasi persaingan tenis dunia sepanjang musim.***