JAKARTA – Bintang muda Victor Wembanyama resmi menorehkan sejarah baru setelah dinobatkan sebagai Defensive Player of the Year (DPOY) NBA Awards 2025-2026 secara mutlak tanpa satu pun suara berbeda, Senin (21/4/2026) waktu setempat.
Pengumuman penghargaan bek terbaik tersebut sekaligus menandai tonggak penting dalam sejarah NBA karena untuk pertama kalinya gelar pemain bertahan terbaik diraih melalui voting bulat dari seluruh panel pemilih.
Di usia yang baru menginjak 22 tahun, pemain milik San Antonio Spurs itu juga memecahkan rekor sebagai penerima penghargaan termuda sepanjang sejarah liga.
Dominasi Wembanyama di sektor pertahanan sebenarnya sudah diprediksi sejak awal musim setelah ia tampil konsisten dan menjadi momok bagi lawan di area paint sepanjang kompetisi berlangsung.
Center bertinggi lebih dari 7 kaki tersebut sukses memimpin NBA dalam kategori blok untuk musim ketiga secara beruntun sekaligus mempertegas statusnya sebagai benteng pertahanan paling menakutkan di liga.
Persaingan dari Chet Holmgren dan Ausar Thompson yang turut masuk finalis tidak mampu menggoyahkan dominasi Wembanyama, meski keduanya tampil impresif dengan membawa tim masing-masing meraih unggulan teratas playoff.
“Dia pemain terbaik di dunia,” ujar rekan setimnya, Keldon Johnson, menegaskan pengaruh besar Wembanyama di lapangan.
Keberhasilan ini juga memperpanjang daftar sejarah San Antonio Spurs sebagai franchise dengan koleksi pemain peraih DPOY terbanyak setelah sebelumnya dihuni nama-nama legendaris seperti David Robinson dan Kawhi Leonard.
Wembanyama kini masuk dalam kelompok eksklusif bersama Michael Jordan dan Robinson sebagai pemain yang pernah meraih Rookie of the Year sekaligus Defensive Player of the Year sepanjang kariernya.
Keunikan lain dari pencapaian ini adalah fakta bahwa ia menjadi pemain pertama dalam lebih dari setengah abad yang mampu meraih dua penghargaan NBA melalui voting bulat, setelah sebelumnya juga melakukannya saat menjadi Rookie of the Year 2024.
Dominasi statistik dan konsistensi performa membuat banyak pengamat menyebut musim ini sebagai titik awal era baru pertahanan NBA yang dipimpin oleh Wembanyama.
“Dia salah satu pekerja paling keras yang pernah saya lihat dan penghargaan ini hanyalah awal dari sesuatu yang lebih besar,” kata Johnson menambahkan.
Selain meraih DPOY, Wembanyama juga masuk dalam kandidat MVP bersama Shai Gilgeous-Alexander dan Nikola Jokic, membuka peluang besar untuk menambah koleksi prestasinya musim ini.
Dengan capaian tersebut, ia hampir dipastikan mengamankan tempat di All-NBA First Team sekaligus All-Defensive Team, menjadikannya salah satu pemain dengan perolehan penghargaan terbanyak musim ini.
Momentum ini menegaskan bahwa Wembanyama bukan sekadar talenta muda potensial, melainkan sudah menjelma menjadi ikon baru NBA yang mendominasi dari sisi pertahanan secara absolut.

***