JAKARTA — Quarter life crisis merupakan istilah yang menggambarkan fase krisis yang kerap dialami oleh mereka yang berada pada rentang usia 20 hingga 30 tahun. Pada fase ini, seseorang rentan merasakan kebingungan, kecemasan, hingga tekanan akibat berbagai tuntutan dan perubahan dalam kehidupan.
- 1. Hindari Kebiasaan Mengukur Diri lewat Pencapaian Orang Lain
- 2. Jadikan Kebimbangan sebagai Bahan Bakar untuk Bergerak
- 3. Bangun Lingkaran Pertemanan yang Menguatkan
- 4. Rawat dan Kenali Diri Sendiri Lebih Dalam
- 5. Buka Diri terhadap Hal-Hal yang Belum Pernah Dicoba
- 6. Susun Peta Hidup dengan Sasaran yang Terukur
Kondisi tersebut juga sering diiringi rasa tidak puas terhadap arah hidup yang sedang dijalani, mulai dari urusan karier, hubungan percintaan, hingga kehidupan sosial. Meski demikian, terdapat sejumlah langkah yang dapat dilakukan untuk melewati fase ini.
Berikut enam tips menghadapi quarter life crisis, dilansir dari Halodoc dan Alodokter.
1. Hindari Kebiasaan Mengukur Diri lewat Pencapaian Orang Lain
Kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain hanya akan menguras energi dan memperburuk rasa cemas. Alih-alih terpaku pada kehidupan orang lain, cobalah untuk mulai menggali apa yang sejatinya ingin dicapai dalam hidup. Perlu diingat bahwa jawabannya tidak selalu datang seketika. Fokuslah menjalani setiap hari sebaik mungkin, karena tujuan hidup kerap ditemukan secara perlahan, bahkan tanpa disadari.
2. Jadikan Kebimbangan sebagai Bahan Bakar untuk Bergerak
Kebingungan dalam hidup sebaiknya tidak dibiarkan berlarut-larut, melainkan dijadikan peluang untuk menemukan arah baru. Isi hari-hari dengan kegiatan positif yang dapat membuka wawasan dan memperluas kemampuan. Misalnya, jika merasa kurang cocok dengan pekerjaan saat ini, manfaatkan waktu luang untuk relaksasi, mengikuti kelas daring, atau berdiskusi dengan orang-orang terdekat guna mencari solusi. Jawaban atas keraguan pun pada akhirnya akan datang dengan sendirinya.
3. Bangun Lingkaran Pertemanan yang Menguatkan
Lingkungan sosial yang positif turut berperan penting dalam membantu seseorang melewati quarter life crisis. Carilah orang-orang yang memiliki kesamaan minat, atau mereka yang mampu memberikan inspirasi dan mendorong pertumbuhan diri. Dengan memiliki lingkaran dukungan yang tepat, perasaan kesepian dalam menghadapi tantangan hidup pun dapat berkurang.
4. Rawat dan Kenali Diri Sendiri Lebih Dalam
Saat terjebak dalam quarter life crisis, seseorang cenderung mengabaikan hal-hal yang sebenarnya membuatnya bahagia. Padahal, menghargai dan mencintai diri sendiri adalah fondasi penting sebelum mampu meraih tujuan hidup. Mulailah dengan memperhatikan kebutuhan, minat, dan hal-hal yang membuat diri merasa nyaman, lalu wujudkan satu per satu dimulai dari yang paling sederhana. Tanpa disadari, langkah-langkah kecil itu akan membuat kehidupan terasa lebih bermakna.
5. Buka Diri terhadap Hal-Hal yang Belum Pernah Dicoba
Salah satu cara efektif keluar dari pusaran quarter life crisis adalah dengan melangkah keluar dari zona nyaman. Cobalah hal-hal baru yang belum pernah dilakukan sebelumnya, seperti bepergian ke tempat baru, mempelajari keterampilan yang berbeda, atau terlibat dalam kegiatan yang selama ini belum pernah dijajal. Pengalaman baru dapat membuka perspektif segar tentang diri sendiri dan kehidupan.
6. Susun Peta Hidup dengan Sasaran yang Terukur
Kebingungan menghadapi masa depan sering kali menjadi pemicu utama quarter life crisis. Karena itu, penting untuk mulai menyusun rencana hidup dengan tujuan yang jelas. Pembagian tujuan ke dalam dua kategori, yakni jangka pendek dan jangka panjang, dapat membantu memberikan arah yang lebih terstruktur. Tidak perlu terburu-buru, cukup mulai dari langkah-langkah kecil yang realistis untuk dijangkau.
Itulah enam tips untuk menghadapi quarter life crisis. Pengalaman ini merupakan hal umum yang dialami orang-orang yang baru menginjak usia 20-an. Namun, dengan strategi dan menetapkan pola pikir yang benar, fase ini akan mudah dilewati. (MK)