Gelar Sultan Andara tampaknya memang bukan sekadar isapan jempol semata. Aset kendaraan milik Raffi Ahmad kembali membuat jagat maya terperangah. Bukan cuma karena garasinya yang padat oleh puluhan unit kendaraan, melainkan karena nominal pajak tahunannya yang sanggup membuat dompet warga biasa bergetar.
Berdasarkan laporan LHKPN periodik 2025 yang baru saja disetorkan pada Maret 2026, Raffi tercatat menggenggam total 33 unit kendaraan dengan nilai koleksi menembus angka fantastis Rp68,39 miliar.
Dari puluhan koleksi premium tersebut, mahkota tertinggi dipegang oleh unit Rolls-Royce Phantom lansiran tahun 2022. Jet darat ultra-mewah yang dibeli Raffi sebagai hadiah spesial untuk sang istri, Nagita Slavina, ini ditaksir memiliki nilai jual pasar mencapai Rp18 miliar hingga Rp20 miliar.
Satu Tahun Pajak = Satu Unit Mobil Baru
Menariknya, biaya yang harus dikeluarkan Raffi untuk menghidupkan STNK mobil ini setiap tahunnya dinilai tidak masuk akal bagi sebagian orang. Berdasarkan data resmi Informasi Pajak Kendaraan Bermotor Pemprov DKI Jakarta, pajak tahunan Rolls-Royce Phantom tersebut menyentuh angka Rp200 jutaan per tahun.
Jika dibedah, kewajiban itu terdiri dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) pokok sebesar Rp200.162.000 dan SWDKLLJ senilai Rp143.000, dengan total tagihan mencapai Rp200.305.000.
Nominal pajak ini terbukti jauh lebih mahal dibanding harga tunai satu unit mobil LCGC (Low Cost Green Car) baru di Indonesia yang saat ini masih bertengger di kisaran Rp170 juta hingga Rp190 jutaan. Dengan kata lain, biaya pajak tahunan Raffi setara dengan “membuang” satu mobil baru kelas entry-level setiap dua belas bulan sekali.
Spesifikasi Monster di Balik Pajak Sultan
Tentu saja, tarif pajak selangit itu sebanding dengan kasta yang ditawarkan. Rolls-Royce Phantom adalah simbol kenyamanan absolut di dunia otomotif. Di balik kap mesinnya yang gagah, tertanam jantung mekanis V12 twin-turbo berkapasitas masif 6.749 cc. Mesin raksasa ini sanggup memuntahkan tenaga 564 dk dengan torsi buas 900 Nm, membuat mobil berbobot berat ini mampu melesat dari 0-100 km/jam hanya dalam waktu 5,4 detik.
Kemewahan interiornya pun berkelas bintang lima, mulai dari konfigurasi kabin kedap suara sempurna, fitur adaptive cruise control, hingga atap Starlight Headliner—fitur serat optik legendaris yang memancarkan pendaran cahaya menyerupai langit bertabur bintang di malam hari.
Fenomena ini menjadi bukti nyata bagi para pencinta otomotif: memiliki mobil mewah bukan sekadar urusan mampu menebus harga belinya yang selangit. Biaya kepemilikan (cost of ownership) seperti pajak tahunan, perawatan rutin mesin V12, konsumsi bahan bakar, hingga premi asuransinya terbukti memerlukan pondasi finansial kelas kakap yang hanya sanggup dipenuhi oleh segelintir kaum elit.