JAKARTA – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), Ace Hasan Syadzily, menegaskan optimisme pemerintah dalam menjaga pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika geopolitik global dan tekanan ekonomi dunia.
Hal itu disampaikan Ace Hasan dalam Seminar Nasional Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) Angkatan ke-27 yang digelar Lemhanas RI dengan tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dalam Rangka Penguatan Ketahanan Nasional di Tengah Dinamika Geopolitik Global”.
Dalam kesempatan itu, Ace Hasan didampingi Wakil Gubernur Lemhanas RI Laksdya TNI Erwin Aldedharma, tenaga pengajar Prof. Bondan Tiara Sofyan, Prof. Kassan Effendi, Brigjen Pol Ade Ary, serta Brigjen TNI Bangkit.
“Tema ini sangat relevan di tengah situasi geopolitik global yang penuh ketidakpastian dan berdampak terhadap geoekonomi kita,” kata Ace Hasan, kepada media di gedung Lemhanas, Jakarta Pusat, Selasa 26 Mei 2026.
Ia menyebut, meski ekonomi global mengalami perlambatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tetap berada di angka positif sebesar 5,61 persen.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal penting bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen pada 2029.
“Target 8 persen pada 2029 merupakan target yang realistis. Tren pertumbuhan sekarang cukup baik dan harus terus dijaga,” ujarnya.
Ace Hasan mengatakan, Lemhanas melalui peserta P3N Angkatan ke-27 mendorong lahirnya berbagai rumusan strategis guna memperkuat ketahanan nasional sekaligus menopang pertumbuhan ekonomi berkualitas.
Ia menilai Indonesia memiliki modal kuat berupa pasar domestik yang besar, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta daya tahan ekonomi yang cukup baik menghadapi tekanan global.
Selain itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk melalui penguatan sektor perbankan dan pasar modal agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat dan dunia usaha.
“Namun tentu kita tetap harus merujuk pada sistem ekonomi konstitusi sebagaimana diatur dalam Pasal 33 UUD 1945,” katanya.
Dalam seminar tersebut turut hadir sebagai pembicara Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo serta Kepala Lembaga Penjamin Simpanan Anggito Abimanyu yang memaparkan kondisi ekonomi nasional dan kebijakan moneter pemerintah.
Ace Hasan juga menyinggung dampak konflik geopolitik di Timur Tengah, termasuk gangguan distribusi minyak dunia akibat ketegangan di Selat Hormuz.
Menurutnya, pemerintah telah mengambil langkah strategis agar dampak kenaikan harga energi tidak terlalu membebani masyarakat, khususnya dengan menjaga harga BBM bersubsidi tetap stabil.
“Pemerintah berkomitmen tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dan memastikan pasokan energi seperti LPG tetap tersedia bagi masyarakat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ace Hasan mengatakan hasil seminar nasional tersebut nantinya akan dirumuskan sebagai rekomendasi strategis untuk disampaikan kepada Presiden.
Ia berharap para peserta P3N dapat menjadi pemimpin nasional yang memiliki pandangan komprehensif dan optimisme tinggi dalam menghadapi tantangan global.
Ia meniak, proses pendidikan di Lemhanas juga menjadi ruang integrasi berbagai unsur bangsa, mulai dari TNI, Polri, kementerian, akademisi, hingga dunia usaha.
“Membangun Indonesia tidak bisa dilakukan sendiri. Ini adalah tugas seluruh komponen bangsa yang dipersiapkan melalui pendidikan di Lemhanas,” pungkasnya.