JAKARTA — Pemerintah mempercepat pemulihan lahan pertanian di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat pascabencana hidrometeorologi sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan nasional. Langkah ini juga menjadi bagian dari fase rehabilitasi dan rekonstruksi permanen untuk mendukung swasembada pangan.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pentingnya gerak cepat seluruh pemangku kepentingan agar lahan yang rusak segera kembali produktif. “Bapak Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan seluruh jajaran agar penanganan lahan pertanian terdampak bencana di tiga provinsi berjalan maksimal,” ujarnya saat meninjau rehabilitasi lahan di Padang Pariaman.
Pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp1 triliun untuk perbaikan infrastruktur pertanian dan dukungan sarana produksi. Program ini juga diintegrasikan ke dalam Rencana Induk (Renduk) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, yang berorientasi pada diversifikasi pangan, pertanian berkelanjutan, penguatan koperasi, serta akses pasar inklusif.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menegaskan Renduk akan menjadi acuan utama pemulihan permanen selama 2026–2028. Hingga akhir Mei, realisasi bantuan pertanian mencapai Rp877,126 miliar dengan 9.931 hektare sawah berhasil direhabilitasi dari total target 42.702 hektare.
Langkah percepatan ini diharapkan mampu mengembalikan produktivitas lahan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.