JAKARTA – Shaun Evans menjadi sorotan setelah diduga memperlihatkan gestur tangan yang dianggap sebagian pihak terkait simbol ekstremisme saat laga Jerman vs Curacao yang berakhir 7-1 dalam lanjutan Piala Dunia 2026 di Houston, Senin (15/6/2026) WIB.
Insiden tersebut terjadi ketika kamera TV menyorot tim VAR sebelum pertandingan dimulai, di mana Evans terekam membuat isyarat tangan yang kemudian memicu perdebatan global di dunia sepak bola.
Pihak FIFA menyatakan telah mengetahui insiden ini dan saat ini tengah melakukan proses investigasi internal tanpa memberikan komentar lebih lanjut.
FIFA menegaskan bahwa setiap dugaan pelanggaran etika akan ditindaklanjuti sesuai regulasi yang berlaku.
Lembaga anti-diskriminasi Fare Football Against Racism in Europe menilai gestur tersebut menyerupai simbol “white power” jika dilakukan dengan posisi tertentu dan konteks tertentu.
Dalam pernyataannya, Fare mempertanyakan motif penggunaan simbol tersebut di panggung siaran global yang disaksikan jutaan penonton di seluruh dunia.
“Menurut para ahli kami, gestur itu jelas menyerupai simbol ‘OK’ terbalik yang telah digunakan dalam jaringan ekstrem kanan global,” demikian pernyataan Fare seperti dikutip Metro, Senin.
Anti-Defamation League (ADL) juga menyebut gestur tersebut sebagai simbol yang sensitif, namun tetap mengingatkan bahwa konteks tradisional “OK” harus tetap dipertimbangkan sebelum menarik kesimpulan.
Dalam catatan sebelumnya, sejumlah kasus serupa pernah terjadi termasuk pemecatan staf olahraga di MLS serta tindakan disipliner di beberapa institusi olahraga internasional.
Timnas Jerman sendiri tampil dominan dengan kemenangan telak 7-1 atas Curacao dalam laga pembuka mereka.
Curacao sempat mengejutkan publik setelah berhasil menyamakan kedudukan sebelum akhirnya kewalahan menghadapi tekanan bertubi-tubi dari tim Jerman.
Pelatih Dick Advocaat menyatakan bahwa timnya tidak tampil buruk meski mengakui kualitas lawan terlalu kuat dalam pertandingan tersebut.
“Meski kalah 7-1, kami tetap bangga karena bisa tampil di panggung besar ini,” ujar Advocaat menanggapi hasil pertandingan.***