Gelombang solidaritas mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mulai bergerak. Mahasiswa lintas kampus se-DIY secara resmi menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus mengecam keras aksi pembubaran paksa diskusi ilmiah yang terjadi di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 15 Juni 2026 lalu.
M. Nur Fadillah, selaku perwakilan mahasiswa lintas kampus se-DIY, menegaskan bahwa insiden pembubaran ini bukan masalah sepele. Kejadian tersebut merupakan ancaman nyata terhadap hak konstitusional warga negara dalam bertukar gagasan di ruang publik.
“Sebagai bagian dari komunitas akademik, kami memandang ruang dialog kritis sebagai fondasi penting demokrasi. Kampus harus menjadi tempat yang aman bagi setiap warga negara untuk menyampaikan pandangan tanpa rasa takut akan intimidasi maupun tindakan represif,” ujar Fadil tegas, Rabu (17/6/2026).
Tiga Tuntutan Utama Mahasiswa Lintas Kampus se-DIY
Merespons represi tersebut, aliansi mahasiswa lintas kampus se-DIY melayangkan sejumlah poin tuntutan keras:
1. Kutuk Aksi Premanisme dan Pembubaran Diskusi
Mahasiswa menilai pembubaran diskusi oleh segelintir oknum telah mencederai hak demokratis masyarakat. Perbedaan pandangan seharusnya dilawan dengan argumen yang beradab dan terbuka, bukan dengan ancaman fisik atau pembungkaman.
2. Desak Polisi Usut Tuntas Kekerasan Fisik
Kericuhan di GIK UGM diduga diwarnai oleh aksi kekerasan. Mahasiswa mendesak aparat penegak hukum untuk tidak tinggal diam dan segera memproses hukum para pelaku. Segala bentuk kekerasan di area akademik sama sekali tidak memiliki dasar pembenaran.
3. Tantang Pemerintah Hadir di Forum Terbuka Jogja
Aliansi mahasiswa menegaskan bahwa mereka kini menantang keberanian perwakilan pemerintah untuk duduk bersama dalam forum dialog yang substantif dan transparan di Yogyakarta.
“Kami menunggu keberanian perwakilan pemerintah untuk berdialog kembali secara konstruktif dan solutif di Yogyakarta. Dialog terbuka adalah cara terbaik menjembatani perbedaan,” lanjut Fadil.
Di akhir pernyataannya, mahasiswa se-DIY menyerukan pesan persatuan kepada seluruh elemen masyarakat agar tetap menjaga akal sehat dan mengedepankan dialog dalam menghadapi perbedaan pendapat.
Aliansi mahasiswa lintas kampus berharap kasus di UGM ini menjadi yang terakhir, dan mendesak seluruh pemangku kebijakan untuk menjamin ruang-ruang publik di kota pelajar tetap aman, inklusif, dan merdeka bagi semua golongan.



