JAKARTA – Timnas Iran secara resmi menyatakan akan melayangkan protes kepada FIFA terkait berbagai pembatasan dan perlakuan yang mereka alami dalam ajang Piala Dunia 2026.
Federasi Sepak Bola Republik Islam Iran (FFIRI) menilai adanya ketidakseimbangan perlakuan yang berpotensi mengganggu persiapan tim di turnamen terbesar dunia tersebut.
Langkah ini diambil setelah Iran menghadapi serangkaian kendala sejak laga pembuka melawan Selandia Baru di Amerika Serikat.
Pelatih Iran, Amir Ghalenoei, mengungkapkan bahwa timnya sempat mendapat instruksi untuk segera meninggalkan lokasi usai pertandingan.
Seorang staf medis tim juga melaporkan adanya hambatan logistik dan operasional yang terjadi menjelang laga perdana di Amerika Serikat.
Dalam pernyataan resminya, FFIRI menegaskan bahwa situasi tersebut tidak mencerminkan prinsip kesetaraan bagi seluruh peserta turnamen.
“Federasi sepak bola Iran meyakini bahwa pembatasan tersebut tidak sejalan dengan prinsip penyediaan kondisi yang setara bagi semua tim peserta dan dapat berdampak negatif pada persiapan,” demikian pernyataan FFIRI yang dikutip dari The Guardian, Jumat (19/6/2026).
Iran memastikan akan menempuh jalur resmi dengan mengajukan keluhan kepada FIFA melalui mekanisme yang berlaku.
Meski demikian, tim Iran tetap melanjutkan program persiapan mereka dan fokus menghadapi laga berikutnya melawan Belgia.
Pertandingan penting kontra Belgia dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 21 Juni, di Los Angeles Stadium.
Iran diketahui hanya diizinkan tiba di Los Angeles 24 jam sebelum pertandingan dimulai, yang dinilai mempersempit waktu adaptasi tim.
Saat ini skuad Iran masih berada di Tijuana, Meksiko, untuk menjalani pemusatan latihan sebelum bertolak ke Amerika Serikat.
Laga melawan Belgia menjadi penentu penting karena kemenangan dapat membuka peluang besar Iran melaju ke babak 32 besar.
Jika Iran finis sebagai runner-up grup dan Amerika Serikat juga lolos di posisi yang sama, kedua tim berpotensi bertemu di fase gugur.***



