KANSAS CITY, AS — Laga Grup Piala Dunia 2026 antara Timnas Ekuador dan Timnas Curacao berakhir tanpa pemenang. Pertandingan yang digelar di Stadion Kansas City, Minggu (21/6/2026) pagi WIB itu tuntas dengan skor imbang 0-0 dalam duel yang menyisakan cerita kontras bagi kedua tim.
Ekuador yang tampil dominan sejak awal pertandingan harus puas berbagi angka setelah gagal memaksimalkan banyak peluang. Di sisi lain, Curacao justru mencatat tonggak sejarah dengan meraih poin pertama mereka sepanjang keikutsertaan di ajang Piala Dunia.
Dominasi Ekuador Tak Berbuah Gol
Sejak peluit awal dibunyikan, Ekuador langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan tinggi dan penguasaan bola yang mencapai sekitar 60 persen membuat mereka mengendalikan tempo permainan hampir sepanjang laga.
Skuad La Tri juga mampu menciptakan puluhan percobaan tembakan, dengan belasan di antaranya mengarah tepat ke gawang. Namun, rapatnya lini belakang Curacao serta performa gemilang kiper Eloy Room membuat seluruh upaya tersebut gagal berbuah gol.
Meski terus menekan, Ekuador tidak mampu memecah kebuntuan hingga turun minum. Babak pertama pun berakhir tanpa gol meski dominasi mereka sangat terlihat.
Curacao Bertahan Disiplin, Sesekali Mengancam
Memasuki babak kedua, pola permainan tidak banyak berubah. Ekuador tetap agresif menekan, sementara Curacao lebih banyak bertahan sambil mengandalkan peluang melalui skema serangan balik.
Tim berjuluk The Blue Wave beberapa kali mencoba mencuri kesempatan, meski tidak terlalu sering menciptakan ancaman serius. Fokus utama mereka adalah menjaga organisasi pertahanan agar tidak jebol oleh tekanan bertubi-tubi dari lawan.
Peluang Emas Terbuang, Room Jadi Tembok Kokoh
Kesempatan terbaik Ekuador datang pada menit ke-65 ketika Enner Valencia menyambut umpan dengan sundulan jarak dekat. Namun, Eloy Room kembali menunjukkan refleks luar biasa untuk menggagalkan peluang tersebut.
Drama terjadi jelang akhir laga. Pada menit ke-90, Angelo Preciado melepaskan tembakan yang sempat melewati jangkauan kiper, tetapi bola hanya menghantam mistar gawang. Momen itu menjadi simbol kegagalan Ekuador mengonversi dominasi menjadi gol.
Hingga wasit meniup peluit panjang, skor 0-0 tidak berubah.
Curacao Catat Sejarah, Ekuador Kehilangan Momentum
Hasil imbang ini menjadi catatan penting bagi Curacao. Meski tidak mencetak gol, mereka berhasil mengamankan poin perdana di panggung Piala Dunia, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola negara tersebut.
Sebaliknya, Ekuador harus menerima kenyataan pahit. Dominasi permainan yang mereka tunjukkan tidak sejalan dengan hasil akhir di papan skor, membuat peluang untuk melaju ke fase berikutnya menjadi lebih menantang.
Susunan Pemain
Ekuador (3-5-2):
Hernán Galíndez; Alan Franco (Angelo Preciado 83’), Willian Pacho, Piero Hincapié; John Yeboah (Jordy Caicedo 89’), Moisés Caicedo, Jordy Alcívar (Kevin Rodríguez 46’), Pedro Vite, Pervis Estupiñán (Nilson Angulo 70’); Gonzalo Plata, Enner Valencia.
Pelatih: Sebastián Beccacece.
Curacao (5-3-2):
Eloy Room; Joshua Brenet, Jurien Gaari, Armando Obispo, Sherel Floranus, Deveron Fonville (Roshon van Eijma 76’); Livano Comenencia (Godfried Roemeratoe 83’), Leandro Bacuna, Tahith Chong (Jearl Margaritha 76’); Jurgen Locadia (Gervane Kastaneer 83’), Juninho Bacuna (Kenji Gorré 76’).
Pelatih: Dick Advocaat.