Ada plot distorsi yang menarik di balik berakhirnya pelarian Taufik Hidayat (30), tersangka kasus penganiayaan keji dan penyekapan wanita berinisial YTR di Cileunyi. Polda Jawa Barat secara tegas membantah narasi bahwa sang predator menyerahkan diri secara sukarela atas kesadaran pribadinya. Polisi memastikan Taufik tak berkutik setelah diringkus oleh tim gabungan.
Petugas menyergap Taufik di kediaman kerabatnya yang berlokasi di Komplek Griya Pesona, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Terkait adanya klaim bahwa pelaku menyerahkan diri melalui perantara mantan atasannya, Dadang Ahyar Ismail (53), polisi menyatakan akan mendalami hal tersebut dan memeriksa Dadang sebagai saksi.
Cerita Eks Atasan: Teror Ganti-Ganti Nomor WA
Di sisi lain, Dadang Ahyar Ismail membeberkan cerita malam-malam menegangkan sebelum penangkapan terjadi. Selama menjadi buron nasional dan fotonya viral di jagat maya, mental Taufik ternyata ambruk karena stres berat akibat diburu masyarakat dan sayembara ratusan juta rupiah.
Taufik berulang kali menghubungi Dadang menggunakan aplikasi WhatsApp dengan nomor yang terus berganti-ganti untuk meminta perlindungan.
βJadi ya sudah, gini aja. Kamu kalau misalkan lari-lari, kalau mujur sampai kakek-kakek pasti lari, capek,β ujar Dadang memperingatkan Taufik saat itu. Dadang memberikan pilihan logis kepada mantan anak buahnya: menyerahkan diri baik-baik atau babak belur dihajar massa di jalanan.
βDia mikir lama. Sampai pada akhirnya kemarin, βYa sudah Pak, saya ngikut Bapak aja mau menyerahkan diri.β Ya sudah kalau menyerahkan diri nanti saya telepon pihak berwenang,β lanjut Dadang yang kemudian berkoordinasi dengan anggota kepolisian bernama Pak Hendi.
Siasat Menjebak Buron yang Lihai Berkelit
Dadang mengaku tidak menelan mentah-mentah janji Taufik karena pelaku sangat licik dan terus berpindah tempat. Setelah negosiasi alot selama beberapa hari, Taufik akhirnya luluh dan sepakat mendatangi rumah Dadang pada Selasa sore untuk dijemput aparat.
Kronologi kedatangan Taufik ke rumah Dadang berjalan cukup menegangkan:
-
Selasa Pagi: Taufik sempat datang ke rumah Dadang membawa sepeda motor saat Dadang sedang bekerja, namun ia tiba-tiba kabur lagi karena curiga.
-
Selasa Sore: Taufik akhirnya kembali datang secara kooperatif. Di dalam rumah, petugas kepolisian (Pak Hendi) rupanya sudah bersiaga melakukan pengondisian. Taufik langsung diamankan ke Polsek Majalaya sebelum digiring ke Mapolda Jabar.
Dadang terpaksa ikut mendampingi ke Polda karena itu merupakan syarat atau perjanjian terakhir dari Taufik yang ketakutan. βBoleh saya menyerahkan diri tapi Pak Dadang ikut mendampingi katanya. Akhirnya saya ikut dari belakang,β tutur Dadang.
Hubungan Masa Lalu dan Bantahan Menyembunyikan Pelaku
Dadang menduga Taufik mempercayainya karena hubungan kerja mereka pada periode 2023 hingga 2024. Di mata para mantan pekerja, Dadang adalah sosok paling senior yang sering dituakan dan dijadikan tempat mengadu jika ada masalah.
Menutup keterangannya, Dadang menegaskan dua poin penting untuk membersihkan namanya dari spekulasi liar netizen. Dadang sama sekali tidak memiliki hubungan kekeluargaan atau darah dengan tersangka Taufik Hidayat.
Dadang membantah keras tudingan bahwa dirinya menyembunyikan pelaku selama buron. Taufik tidak pernah menginap di rumahnya, dan Dadang murni tergerak membantu karena syok mengetahui mantan anak buahnya itu viral akibat melakukan tindakan kriminal yang sangat keji.