Penyelidikan teka-teki di balik kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni, atau yang akrab disapa Dokter Icha, terus menggelinding panas. Ketua DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Kristoforus Efi, mendatangi Markas Polres TTU pada Sabtu (4/7/2026) pagi untuk memberikan keterangan resmi di hadapan penyidik.
Kristoforus menjalani pemeriksaan intensif selama satu setengah jam terkait rangkaian peristiwa sebelum dokter muda tersebut nekat mengakhiri hidupnya.
Kristoforus mengungkapkan bahwa dirinya merupakan satu-satunya unsur pimpinan dewan yang dipanggil oleh polisi. Penyidik secara khusus mencecar dirinya mengenai detail pertemuan dengan Dokter Icha saat korban sedang dirawat di Rumah Sakit Leona, Kefamenanu.
Empat Nama Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Teror Mental
Pemeriksaan ini bertumpu pada laporan resmi pihak keluarga korban ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Jumat (3/7/2026). Pihak keluarga menduga Dokter Icha mengalami tekanan psikologis berat akibat intimidasi beruntun yang dilakukan oleh tiga anggota DPRD TTU dan seorang dokter hewan.
Empat orang yang resmi dilaporkan oleh keluarga korban adalah Therensius Lazakar (Anggota DPRD TTU), Norbertus Tubani (Anggota DPRD TTU), Veronika Lake (Anggota DPRD TTU) dan drh. Maria Mathildis Sau.
Berdasarkan kesaksian keluarga, keempat terlapor diduga mendatangi Dokter Icha secara bergantian saat korban dirawat di RS Leona pada 13 Juni 2026. Rangkaian pernyataan yang mereka lontarkan dinilai sebagai bentuk intervensi dan intimidasi verbal yang langsung meruntuhkan kondisi mental korban.
Lini Masa Tragis: Dari Intimidasi hingga Gantung Diri
Kondisi psikologis Dokter Icha dilaporkan merosot tajam pasca-kejadian di rumah sakit tersebut hingga berujung pada keputusan fatal:
-
13 Juni 2026: Diduga menerima intimidasi verbal saat dirawat di RS Leona, Kefamenanu. Korban mengalami trauma berat.
-
Pertengahan Juni: Karena kondisi kejiwaan terus memburuk, keluarga mengevakuasi Dokter Icha ke Kota Kupang untuk perawatan intensif.
-
24 Juni 2026: Mengikuti terapi di Klinik Utama Jiwa Dewanta Mental Healthcare Kupang. Tim medis mendiagnosis korban mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik.
-
26 Juni 2026: Dua hari pasca-terapi, Dokter Icha ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di rumah orang tuanya di kawasan RSS Baumata, Kabupaten Kupang.
Saat ini, kasus dugaan intimidasi yang berujung pada kematian sang dokter ditangani secara paralel oleh Polda NTT dan Polres TTU guna mengurai fakta lapangan serta bukti teknis secara objektif.