LONDON – Novak Djokovic kembali menorehkan sejarah di Wimbledon 2026 setelah memastikan tempat di babak perempat final sekaligus mengukir rekor kemenangan terbanyak tunggal putra sepanjang sejarah turnamen.
Petenis asal Serbia itu menaklukkan Roman Safiullin dalam pertandingan babak 16 besar yang berlangsung sengit di Centre Court, All England Club, London, Senin (6/7/2026) pagi WIB.
Djokovic membutuhkan empat set untuk mengamankan kemenangan dengan skor 7-6(6), 6-3, 3-6, 6-3 setelah bertarung selama tiga jam 26 menit.
Hasil tersebut mengantar mantan petenis nomor satu dunia itu menembus delapan besar Wimbledon untuk sembilan edisi berturut-turut.
Pencapaian tersebut juga menjadi perempat final Wimbledon ke-17 sepanjang perjalanan karier Djokovic di Grand Slam lapangan rumput paling bergengsi di dunia.
Lebih dari sekadar lolos ke babak berikutnya, kemenangan atas Safiullin mengukuhkan Djokovic sebagai pemilik rekor kemenangan tunggal putra terbanyak di Wimbledon.
Kini, Djokovic telah mengoleksi 106 kemenangan di Wimbledon dan melewati catatan legenda Swiss, Roger Federer.
Laga berlangsung dengan tensi tinggi sejak awal karena Safiullin tampil tanpa beban dan beberapa kali mampu menekan permainan Djokovic.
Petenis Rusia itu bahkan membuka peluang besar merebut set pertama setelah sempat unggul 5-2 sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan.
Djokovic mampu bangkit pada momen-momen krusial melalui pengalaman dan kualitas servis yang semakin efektif ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
“Ini kemenangan yang diperjuangkan dengan keras. Roman bermain sangat agresif dan membuat saya tidak nyaman dari belakang lapangan,” kata Djokovic usai pertandingan.
“Saya jarang merasa kalah dalam reli dari pemain lain. Akurasi servis pertama akhirnya membantu saya keluar dari tekanan,” kata unggulan ketujuh tersebut.
Safiullin tetap memberikan perlawanan sengit meski belum mencatat kemenangan level tur sepanjang musim 2026.
Permainan agresifnya beberapa kali memaksa Djokovic bekerja ekstra keras untuk mengendalikan ritme pertandingan.
Momentum sempat berubah ketika Safiullin merebut set ketiga setelah memanfaatkan sejumlah kesalahan lawannya.
Pada set tersebut, petenis Rusia itu juga harus menjalani jeda medis akibat mengalami gangguan pada bagian pinggul.
Setelah pertandingan kembali dilanjutkan, Djokovic meningkatkan tempo permainan dan tampil lebih dominan.
Petenis Serbia itu akhirnya mengunci kemenangan pada set keempat sekaligus memastikan langkah menuju babak delapan besar.
Keberhasilan ini semakin mempertegas status Djokovic sebagai salah satu pemain tersukses sepanjang sejarah Wimbledon.
Dengan rekor baru yang telah tercipta, fokus Djokovic kini beralih menghadapi tantangan berikutnya di perempat final.
Djokovic dijadwalkan berhadapan dengan unggulan ketiga Felix Auger-Aliassime dalam perebutan tiket menuju semifinal.
Apabila mampu melewati rintangan tersebut, peluang tersajinya duel besar melawan unggulan pertama Jannik Sinner semakin terbuka pada fase selanjutnya.
Perjalanan Djokovic di Wimbledon 2026 pun masih menjadi sorotan karena ia terus membuktikan daya saingnya di usia yang tidak lagi muda dengan memecahkan rekor demi rekor di panggung Grand Slam.***