Tim Kuda Jingkrak, Ferrari, menegaskan tidak menyesali keputusan mereka memanggil Lewis Hamilton masuk ke dalam pit di lap-lap akhir F1 GP Inggris. Meskipun strategi tersebut pada akhirnya harus dibayar mahal dengan lepasnya posisi kedua dari genggaman sang juara dunia tujuh kali itu.
Hamilton harus puas finis di peringkat ketiga, di belakang rekan setimnya Charles Leclerc (P1) dan pembalap Mercedes George Russell (P2). Drama ini bermula ketika Safety Car keluar di lap ke-47 akibat insiden tergelincirnya pembalap Red Bull, Max Verstappen, ke area pembatas pasir (gravel).
Perjudian Ban Segar yang Berakhir Antiklimaks
Saat Safety Car masuk ke lintasan, Ferrari langsung mengambil langkah agresif dengan memasukkan kedua pembalapnya untuk mengganti ban baru. Namun, nasib sial menimpa Hamilton saat keluar dari pit lane.
Ferrari memprediksi balapan akan dimulai kembali (restart) dalam satu atau dua lap, sehingga Hamilton dengan keunggulan ban segar bisa dengan mudah melibas Russell, bahkan menantang Leclerc untuk kemenangan. Sayangnya, skenario itu buyar karena balapan justru diselesaikan di bawah kawalan Safety Car hingga garis finis.
“Anda bisa saja memperdebatkan apakah keputusan memanggil Lewis itu tepat. Namun, jika kami tidak masuk pit, Russell yang akan masuk untuk mengambil ban Soft baru di saat mobil di depannya memakai ban Hard aus—itu juga risiko besar bagi kami,” bela Bos Ferrari, Fred Vasseur, Minggu malam (5/7/2026).
“Kami agak terkejut karena Safety Car bertahan sangat lama di trek padahal kami berekspektasi ada restart. Kita bisa mendiskusikan ini panjang lebar, tapi jika disuruh mengulanginya sekarang, saya tetap akan mengambil keputusan yang sama,” tambahnya.
Diwarnai Penalti “Gerakan Gaib” di Garis Start
Balapan di Silverstone kali ini benar-benar menguras emosi Hamilton. Selain masalah strategi, pembalap asal Inggris ini juga dijatuhi hukuman penalti waktu 5 detik akibat dituding melakukan curi start (false start). Menariknya, sensor resmi sirkuit sebenarnya tidak mendeteksi adanya pelanggaran.
Kritik Fred Vasseur Terhadap Penalti Hamilton: “Dari pembacaan sensor resmi, kami tidak melihat mobil Lewis bergerak sama sekali di grid. Namun, memang benar bahwa pada tayangan video ulang, stiker pada bannya terlihat bergeser sedikit sekali. Menurut saya pribadi, hukuman itu agak terlalu keras mengingat sensor utama tidak mendeteksi pergerakan.”
Meski diwarnai investigasi pelanggaran bendera kuning, Hamilton sukses mempertahankan posisi podiumnya. Berkat tambahan poin dari podium ketiga ini, Hamilton kokoh di peringkat ketiga klasemen pembalap, dan kini hanya terpaut 32 poin dari sang pemuncak klasemen, Andrea Kimi Antonelli, yang gagal meraih poin di Silverstone.