BANDUNG BARAT – Ledakan mortir aktif merenggut tiga nyawa di Kampung Ciparang RT 04 RW 07, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Sabtu (11/7/2026).
Peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB ketika ketiga korban diduga berusaha membuka proyektil mortir yang masih aktif.
Ledakan berkekuatan besar terjadi sesaat setelah benda tersebut dipukul menggunakan palu hingga menghancurkan lokasi kejadian.
Tiga korban meninggal dunia di tempat dengan identitas Ade, Suhri, dan Rodian yang diketahui berprofesi sebagai pemulung.
Jajaran Polsek Cipatat bersama personel Reskrim, Binmas, dan petugas piket segera mendatangi lokasi untuk menangani kejadian tersebut.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara sekaligus mengevakuasi korban yang meninggal akibat ledakan mortir.
Kapolsek Cipatat Kompol Hj. Dwi Meirani Sri Andriani Sapin membenarkan insiden yang menewaskan tiga warga tersebut.
“Berdasarkan keterangan awal di lokasi, ketiga korban menemukan bekas peluru jenis mortir dalam kondisi masih aktif.”
“Tanpa menyadari bahaya, korban berusaha membuka proyektil dengan cara dipukul menggunakan palu hingga akhirnya meledak,” tutur Kompol DMS Andriani.
Lokasi kejadian kini dipasangi garis polisi untuk mendukung penyelidikan sekaligus mengamankan area dari potensi bahaya lanjutan.
Tim Inafis dan Jibom diterjunkan guna memastikan tidak ada sisa bahan peledak aktif lain yang masih berada di sekitar lokasi.
Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyentuh atau memindahkan benda yang dicurigai sebagai amunisi maupun bahan peledak.
“Segera laporkan kepada Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat bila menemukan benda berbahaya,” tegas Kompol DMS Andriani.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa amunisi aktif yang tertinggal masih memiliki daya ledak dan dapat mengancam keselamatan warga.
Kepolisian bersama TNI dan instansi terkait akan memperluas edukasi kepada masyarakat, terutama pemulung, mengenai bahaya bahan peledak.
“Edukasi kepada masyarakat, khususnya pemulung, terkait risiko bahan peledak akan terus digencarkan Polsek Cipatat bersama TNI dan instansi terkait,” tandas Kompol DMS Andriani.***