JAKARTA – Jorge Jesus resmi memulai babak baru sebagai pelatih Timnas Portugal setelah Federasi Sepak Bola Portugal mengakhiri kerja sama dengan Roberto Martinez.
Pengumuman itu disampaikan melalui akun Instagram resmi federasi sebelum Jesus diperkenalkan kepada publik dalam konferensi pers.
Pelatih berusia 71 tahun tersebut menandatangani kontrak hingga berakhirnya Piala Dunia 2030.
Kepercayaan itu menjadi bagian dari proyek jangka panjang Portugal untuk mempertahankan daya saing di level internasional.
Presiden Federasi Sepak Bola Portugal, Pedro Proenca, menilai Jesus merupakan sosok ideal untuk memimpin generasi baru Seleccao.
Portugal berharap pengalaman panjang Jesus mampu membawa tim tampil lebih kompetitif pada Euro 2028.
Selain itu, fokus utama lainnya adalah menghadapi UEFA Nations League dan menyiapkan tim menuju Piala Dunia 2030.
“Jorge Jesus adalah pelatih tim nasional baru Portugal dan akan memimpin skuad hingga tahun 2030, sesuai keputusan federasi.”
“Kami memulai era baru dengan keyakinan kuat serta budaya kemenangan yang menekankan kepemimpinan dan ambisi dalam perjalanan Portugal,” katanya dalam keterangan pers.
Selama kariernya, Jesus dikenal sukses menangani sejumlah klub elite di Portugal hingga Timur Tengah.
Rekam jejak tersebut menjadi alasan utama federasi mempercayakan proyek besar tim nasional kepadanya.
Jesus menegaskan menerima jabatan pelatih Portugal sebagai kehormatan sekaligus tanggung jawab besar.
Ia optimistis Portugal memiliki fondasi kuat berkat kualitas pemain yang dimiliki saat ini.
“Kami memiliki tim yang dapat dipercaya dan dihargai dengan para pemain berkualitas serta identitas kuat tim nasional Portugal.”
“Menangani negara sendiri menjadi kehormatan besar bagi saya dan tanggung jawab ini akan dijalankan dengan penuh komitmen tinggi,” ucapnya.
Salah satu perhatian publik tertuju pada masa depan Cristiano Ronaldo bersama tim nasional.
Jesus memastikan belum menutup peluang bagi sang kapten untuk terus memperkuat Portugal.
Menurutnya, keputusan pemanggilan pemain akan didasarkan pada kondisi fisik dan kebutuhan tim.
“Selama dia masih main dan bisa dipanggil, maka saya akan memilihnya. Tentu dengan berbagai pertimbangan yang saya rasa terbaik untuk timnas,” ujarnya.
Portugal kini memasuki fase baru dengan target mempertahankan prestasi sekaligus membangun fondasi menuju turnamen besar berikutnya.
Kepemimpinan Jesus diharapkan mampu menjaga konsistensi permainan sekaligus membawa Portugal kembali bersaing memperebutkan gelar internasional.***