JAKARTA – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Iran. Dalam unggahan di platform Truth Social, Sabtu (11/7/2026), Trump menegaskan bahwa AS akan “menghancurkan sepenuhnya” Iran jika pemerintah Teheran mencoba atau berhasil membunuhnya.
“1000 rudal telah siap ditembakkan dan diarahkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan rudal lainnya akan segera menyusul… Perintah telah diberikan, dan Militer AS siap, bersedia, dan mampu… untuk sepenuhnya memusnahkan dan menghancurkan semua wilayah Iran,” tulis Trump.
Ancaman tersebut muncul sehari setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Israel berbagi informasi intelijen dengan AS mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuh Trump. Namun, menurut CNN, penilaian intelijen AS terbaru tidak menemukan indikasi rencana spesifik, melainkan hanya desas-desus berulang dari aktor Iran.
Trump sebelumnya juga menyatakan telah memberi instruksi agar Iran dibombardir “pada tingkat yang belum pernah mereka lihat sebelumnya” jika dirinya menjadi korban serangan. Ia mengklaim sudah lama berada di urutan pertama daftar target Iran.
Ketegangan antara AS dan Iran kembali memanas setelah serangan balasan di kawasan Teluk. Washington menuduh Iran menyerang kapal dagang di Selat Hormuz, sementara Teheran menuding AS melanggar nota kesepahaman gencatan senjata yang ditandatangani Juni lalu dengan mediasi Pakistan.
Memorandum tersebut menyerukan penghentian pertempuran, pencabutan blokade angkatan laut AS, serta pembukaan kembali Selat Hormuz. Namun, pekan ini kedua pihak kembali saling serang terkait lalu lintas komersial di jalur vital tersebut.