Marc Marquez kembali membuktikan mengapa dirinya dijuluki sebagai penguasa tak bermahkota di Sirkuit Sachsenring. Pembalap utama Ducati tersebut sukses menahan gempuran sengit dari adiknya sendiri, Alex Marquez, serta Fabio Di Giannantonio untuk mengunci kemenangan bersejarah dalam sesi Sprint Race MotoGP Jerman 2026.
Memulai balapan dari posisi terdepan setelah sebelumnya memecahkan rekor lap baru saat kualifikasi, sang juara dunia bertahan memang langsung diunggulkan untuk meraih kemenangan sprint keempatnya musim ini. Meskipun memimpin balapan dari garis start hingga bendera finis dikibarkan, kemenangan ini tidak diraih Marc dengan mudah. Sepanjang 15 lap, ia terus dihantui tekanan psikologis dan tempelan ketat dari para penunggang Ducati di belakangnya.
Marc Marquez akhirnya melintasi garis finis dengan keunggulan tipis 0,368 detik di depan Alex Marquez (Gresini Ducati). Hasil manis ini sekaligus berhasil memangkas jarak ketertinggalannya di klasemen sementara menjadi 32 poin.
Di sisi lain, Jorge Martin sukses memperlebar keunggulannya di puncak klasemen menjadi 11 poin. Keuntungan ini didapat menyusul absennya rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, yang mengalami cedera patah tulang selangka akibat kecelakaan parah pada sesi kualifikasi beberapa jam sebelumnya.
Duel Sengit Tiga Penunggang Desmosedici
Saat lampu start padam—yang juga menandai debut format tata letak grid baru MotoGP yang lebih renggang—Marc Marquez langsung melakukan start sempurna (holeshot). Alex Marquez menguntit tepat di posisi kedua, sementara Fabio Di Giannantonio sempat melorot ke posisi keempat di Tikungan 2 setelah dilewati pembalap muda Trackhouse Aprilia, Ai Ogura.
Namun, pembalap VR46 yang akrab disapa Diggia itu tidak tinggal diam. Ia langsung melancarkan aksi balasan yang agresif menjelang akhir lap pertama untuk merebut kembali posisi ketiga dari tangan Ogura demi melanjutkan pemburuan trio Ducati di barisan depan.
Pada paruh pertama balapan, ketiga pembalap Ducati ini melaju sangat rapat bagaikan kereta. Alex Marquez beberapa kali mencoba mencari celah di Tikungan 12 yang terkenal teknis, namun Marc tampil sangat tenang dan menutup semua ruang tembak sang adik.
Memasuki pertengahan laga, Diggia sempat agak kedodoran dan kehilangan ritme. Namun menjelang lap-lap akhir, pembalap Italia tersebut kembali menemukan momentum dan balik mengancam posisi kedua milik Alex Marquez. Sayangnya, Diggia kehabisan waktu dan harus puas melengkapi podium menyusul dominasi 1-2-3 untuk pabrikan Ducati.
Persaingan Ketat di Lini Tengah
Di luar zona podium, perlawanan Ai Ogura perlahan mengendur. Pembalap Jepang itu finis di posisi keempat, tertinggal 2,2 detik dari Diggia. Rekan setimnya, Raul Fernandez, yang tampil heroik menahan rasa sakit akibat cedera kompresi saat kualifikasi, finis tepat di belakangnya di posisi kelima. Sementara itu, Jorge Martin harus puas mengunci posisi keenam bersama motor Aprilia pabrikannya.
Perjuangan luar biasa juga ditunjukkan oleh Pecco Bagnaia. Start dari posisi ke-11 yang kurang menguntungkan, sang juara dunia berhasil merangkak naik untuk finis di posisi ketujuh. Posisi kedelapan ditempati oleh pembalap KTM Pedro Acosta, disusul Fabio Quartararo yang mengamankan poin terakhir untuk Yamaha di posisi kesembilan.
Melengkapi posisi sepuluh besar, ada pembalap muda LCR Honda, Diogo Moreira. Nasib sial justru menimpa rekan setim Diggia di VR46, Franco Morbidelli, yang harus menyudahi balapan lebih awal setelah terjatuh pada lap ketujuh