JAKARTA – Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan Angkatan Laut dan Angkatan Udara mereka telah melaksanakan gelombang ke-17 Operasi Nasr 2 sebagai respons atas serangan Amerika Serikat terhadap jembatan serta infrastruktur transportasi sipil di Iran, menurut laporan Tasnim, dilansir Sabtu (18/7/2026).
Dalam operasi tersebut, IRGC mengklaim berhasil menghancurkan sebuah depot kapal permukaan tak berawak milik AS di Bahrain, dengan banyak unit terbakar. Selain itu, pusat kecerdasan buatan utama di Bahrain yang disebut digunakan AS untuk operasi penargetan juga dihantam rudal balistik dan puluhan drone.
IRGC menegaskan dalam pernyataannya, “Rezim Amerika yang membunuh anak-anak harus tahu bahwa jika mereka menyerang jembatan dan infrastruktur transportasi, dengan izin Tuhan, kami akan menghancurkan aset-aset industri, teknologi informasi, dan kecerdasan buatan terpenting dari perusahaan-perusahaan dengan pemegang saham Amerika di wilayah tersebut.”
IRGC juga memperingatkan negara-negara yang menampung pangkalan militer AS di kawasan, bahwa mereka dianggap turut bertanggung jawab atas apa yang disebut sebagai kejahatan perang Washington terhadap Iran.