Menghadapi ancaman kejahatan jalanan seperti begal dan pencopetan, warga Kota Bandung kini memiliki benteng perlindungan cepat. Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Bandung tengah memaksimalkan pengoperasian fasilitas panic button (tombol darurat) yang terhubung langsung ke Bandung Command Center melalui sistem tanggap darurat Bandung Siaga 112.
Fasilitas serba otomatis ini beroperasi penuh selama 24 jam untuk merespons berbagai kondisi kritis, mulai dari aksi kriminal, kecelakaan lalu lintas, hingga keadaan medis mendesak.
“Masyarakat nanti akan berinteraksi dua arah secara langsung dengan teman-teman di Bandung Command Center, jadi sangat praktis dan mudah,” jelas Kabid Aplikasi Informatika Diskominfo Kota Bandung, Yusuf Cahyadi, Kamis (23/7/2026).
Cara Kerja Canggih: Dilengkapi CCTV PTZ dan Speaker Dua Arah
Penggunaan panic button didesain sangat intuitif agar bisa digunakan dalam hitungan detik oleh warga yang terdesak:
-
Tekan Tombol Utama: Terpasang di tiang CCTV yang mudah dijangkau warga di lokasi strategis.
-
Notifikasi & Komunikasi Langsung: Sistem seketika memberi peringatan di Command Center. Petugas langsung menyapa pelapor melalui pengeras suara (speaker) dua arah.
-
Pemantauan Kamera Pintar: Diperkuat kamera Pan-Tilt-Zoom (PTZ) dan CCTV tetap. Petugas dapat memperbesar gambar, menggerakkan arah kamera, serta memantau kondisi fisik pelapor maupun situasi sekitar lokasi kejadian secara real-time.
Lokasi Saat Ini & Rencana Penambahan Perangkat
Saat ini, panic button telah aktif di dua titik keramaian utama yaitu di depan lapangan Supratman dan kawasan Palestine Walk (Alun-alun Bandung).
Kawasan Palestine Walk menjadi area dengan laporan penggunaan tertinggi mengingat lokasinya berada di pusat mobilitas warga dan wisatawan. Laporan yang masuk didominasi oleh penanganan insiden kecelakaan hingga aksi pencopetan.
Melihat efektivitasnya, Diskominfo Kota Bandung kini tengah mengkaji penambahan unit panic button di beberapa titik rawan lainnya di wilayah Bandung.
Apabila laporan yang masuk terindikasi sebagai tindakan kriminal seperti begal atau pencurian, petugas Bandung Siaga 112 akan langsung meneruskan sinyal darurat tersebut ke tim Polrestabes Bandung melalui jaringan layanan 110.
“Kami berkoordinasi langsung dengan tim Polrestabes Bandung. Ada sekitar 5 personel kepolisian yang standby untuk siap diluncurkan ke lokasi kejadian,” tambah Yusuf.
Kerap Dipakai Wisatawan Tanya Alamat
Uniknya, keberadaan panic button berfitur speaker interaktif ini kerap memancing kepolosan warga maupun wisatawan. Petugas mencatat tak jarang ada warga yang menekan tombol darurat hanya untuk menanyakan penunjuk arah atau lokasi alamat tertentu.
Meski begitu, Diskominfo Kota Bandung mengimbau masyarakat untuk bijak dan mempergunakan fasilitas panic button sesuai peruntukannya, sehingga petugas dapat memprioritaskan penanganan kondisi yang benar-benar darurat.