BOGOR – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) dini hari. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan serta kualitas produksi program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebelum didistribusikan ke masyarakat.
Sidak dimulai sekitar pukul 03.00 WIB di SPPG Pasir Kuda. Kedatangan Sudaryono yang tidak terjadwal membuat para petugas terkejut. Ia langsung meninjau proses memasak dan berdialog dengan kepala juru masak serta pengelola dapur terkait menu yang sedang disiapkan.
Tak hanya memantau proses produksi, Sudaryono juga mengecek standar kebersihan. Mulai dari penggunaan atribut kerja oleh petugas hingga sistem pengelolaan limbah turut menjadi perhatian dalam inspeksi tersebut.
Setelah itu, ia melanjutkan peninjauan ke SPPG Cipaku 02. Di lokasi kedua, Sudaryono kembali berdiskusi dengan pengelola dapur dan memastikan proses memasak berjalan sesuai standar. Salah satu menu yang telah disiapkan di lokasi ini adalah sushi goreng.
Hasil pemantauan menunjukkan kedua SPPG beroperasi dengan baik. Sudaryono menilai aspek kebersihan, manajemen dapur, serta kinerja petugas sudah memenuhi harapan.
”Jadi sejauh ini sih so far bagus, ya. Kepala SPPG-nya oke, kemudian petugasnya juga bersih, ya. Paling apalagi apa ya, saya kira tinggal, ya tinggal dipertahankan, ya,” kata Sudaryono usai sidak di SPPG Cipaku 02.
Ia menekankan pentingnya menjaga konsistensi kualitas, mengingat program MBG menyasar kebutuhan gizi masyarakat secara luas. Karena itu, ia meminta seluruh petugas bekerja dengan penuh tanggung jawab.
”Jadi memang tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi, maupun akuntan dan semua petugas di dapur, ya kita kerja pakai hati, gitu ya,” ujarnya.
Program MBG menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat pemenuhan gizi masyarakat. Melalui sidak langsung ke dapur produksi, BGN berupaya memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, mulai dari pengolahan hingga aspek higienitas.