JAKARTA — Kementerian Pertahanan (Kemhan) buka suara terkait beredarnya kabar bus dinas milik institusi tersebut yang diduga menabrak pengemudi ojek online (ojol) lalu meninggalkan lokasi kejadian. Kepala Biro Informasi Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo, memastikan pihaknya telah menelusuri peristiwa itu dan menyatakan persoalan tersebut sudah tuntas melalui jalur kekeluargaan.
Kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026), Rico mengungkapkan bahwa Kemhan sejak awal memantau perkembangan informasi yang beredar di masyarakat mengenai insiden tersebut.
“Kementerian Pertahanan telah memonitor informasi tersebut. Berdasarkan laporan yang kami terima, peristiwa tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan oleh anggota yang bersangkutan dengan pengemudi ojek online,” kata Rico saat dikonfirmasi.
Menurut Rico, penyelesaian perkara dilakukan secara langsung antara sopir bus dinas Kemhan dengan pengemudi ojol yang menjadi korban. Ia menegaskan kedua pihak sempat menjalin komunikasi secara baik-baik hingga akhirnya mencapai kesepakatan lewat jalur musyawarah, tanpa melibatkan proses hukum lebih lanjut.
Kemhan Ingatkan Disiplin Berlalu Lintas
Di sisi lain, insiden ini turut menjadi momentum bagi Kemhan untuk mengevaluasi kedisiplinan personelnya di jalan raya. Rico menyampaikan imbauan tegas kepada seluruh jajaran pegawai dan anggota Kemhan agar senantiasa menaati aturan lalu lintas saat berkendara, baik menggunakan kendaraan dinas maupun pribadi.
Ia juga menekankan pentingnya tanggung jawab setiap personel apabila terlibat kesalahan atau kelalaian saat berkendara di jalan.
“Kementerian Pertahanan tetap mengingatkan seluruh personel untuk selalu mengutamakan keselamatan, mematuhi peraturan lalu lintas, serta bertanggung jawab apabila terjadi insiden di jalan,” tegasnya.