JAKARTA – Gelandang tim nasional Amerika Serikat, Gio Reyna, dikabarkan semakin dekat meninggalkan Borussia Monchengladbach setelah membuka pembicaraan dengan klub Ligue 1 Prancis, Strasbourg.
Langkah tersebut menjadi peluang baru bagi Reyna untuk menghidupkan kembali kariernya setelah kesulitan mendapat tempat utama sepanjang musim 2025-2026 di Bundesliga.
Performa pemain berusia 23 tahun itu sempat kembali mencuri perhatian saat membela Amerika Serikat pada Piala Dunia 2026.
Reyna mencetak gol spektakuler dengan teknik trivela ketika Amerika Serikat mengalahkan Paraguay 4-1 di fase grup.
Penampilan impresif itu membuat namanya kembali menjadi sorotan setelah beberapa musim diwarnai cedera dan minim menit bermain.
Pelatih Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, bahkan memberikan pujian tinggi kepada sang gelandang.
“Dia adalah talenta yang luar biasa,” ujar Mauricio Pochettino seperti dilansir Sport Illustrated, Jumat (31/7/2026).
Piala Dunia 2026 juga menjadi momentum penting bagi Reyna untuk memperbaiki citranya setelah sempat terseret kontroversi yang melibatkan keluarganya dan mantan pelatih USMNT, Gregg Berhalter.
Menurut laporan The Athletic, Strasbourg sedang menjajaki kemungkinan merekrut Reyna pada bursa transfer musim panas ini.
Kepindahan tersebut dinilai menguntungkan kedua belah pihak mengingat Reyna hanya tampil 20 kali bersama Monchengladbach sepanjang musim lalu.
Jika transfer terwujud, Reyna akan bergabung dengan klub yang berada di bawah kepemilikan BlueCo.
Grup investasi tersebut juga menguasai Chelsea dan dipimpin pebisnis Amerika Serikat Todd Boehly bersama Clearlake Capital.
Karier Reyna sebenarnya pernah diprediksi sangat cerah ketika masih membela Borussia Dortmund.
Pada musim 2020-2021, ia membukukan tujuh gol dan enam assist dalam 46 pertandingan bersama Dortmund saat masih berstatus remaja.
Saat itu Reyna bermain bersama dua bintang dunia, Erling Haaland dan Jude Bellingham.
Namun perjalanan kariernya berubah drastis akibat cedera panjang yang berulang.
Masalah kebugaran membuat perkembangannya terhambat hingga akhirnya kehilangan posisi utama.
Harapan bangkit muncul ketika bergabung dengan Monchengladbach melalui kontrak berdurasi tiga tahun.
Namun kenyataannya Reyna kembali kesulitan menembus tim inti.
Sepanjang Bundesliga musim lalu, ia hanya bermain selama 510 menit dan mencetak satu gol.
Minimnya kesempatan bermain turut memengaruhi konsistensi performanya.
Meski demikian, Pochettino tetap memberikan kepercayaan kepada Reyna di level tim nasional.
Kini Strasbourg berpeluang menjadi klub yang memberikan kesempatan baru bagi gelandang kreatif tersebut.
Banyak pihak menilai MLS sebenarnya menjadi pilihan paling mudah bagi Reyna untuk membangun kembali kariernya.
Selain berpotensi menjadi pemain inti, ia juga bisa tampil di hadapan publik negaranya sendiri.
Reyna bahkan pernah menimba ilmu di akademi New York City FC sehingga adaptasi di MLS diperkirakan tidak akan sulit.
Meski demikian, pemain tersebut tampaknya masih memprioritaskan karier di Eropa.
Bermain di Ligue 1 diyakini membuka peluang lebih besar untuk kembali menarik perhatian klub-klub elite Eropa.
Apabila sukses bersama Strasbourg, kesempatan hijrah ke klub papan atas lima liga besar Eropa masih sangat terbuka.
Sementara itu, peluang kembali ke MLS kemungkinan baru dipertimbangkan apabila negosiasi dengan Strasbourg tidak mencapai kesepakatan.***



