JAKARTA – Robert Lewandowski menjawab ekspektasi publik dengan penampilan gemilang pada debut kandangnya bersama Chicago Fire usai membawa tim menang 2-1 atas Charlotte FC di Soldier Field, Minggu (2/8/2026).
Kemenangan tersebut menjadi angin segar bagi Chicago Fire yang sejak kepergian Bastian Schweinsteiger pada 2019 belum memiliki bintang Eropa berstatus elite.
Sebelumnya, Lewandowski melewatkan laga kandang pertamanya dan hanya tampil dalam dua pertandingan tandang yang berakhir dengan kekalahan.
Striker berusia 37 tahun itu akhirnya tampil di hadapan pendukung Chicago Fire dan langsung mencetak dua gol yang menentukan kemenangan tim.
Gol pertama lahir pada menit ke-20 setelah memanfaatkan umpan Philip Zinckernagel yang diawali bola lambung akurat dari Jonathan Bamba.
Lewandowski kemudian melepaskan tembakan keras kaki kanan dari luar kotak penalti yang gagal dihentikan kiper Charlotte FC, Kristijan Kahlina.
Penyerang asal Polandia itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68 melalui penyelesaian jarak dekat.
Gol kedua tercipta berkat kerja sama rapi Andrew Gutman dan Robin Lod sebelum bola disambar Lewandowski menjadi gol.
Performa impresif Chris Brady di bawah mistar turut membantu Chicago Fire mempertahankan keunggulan hingga pertandingan usai.
Hasil tersebut menjadi kemenangan pertama Chicago Fire sejak Mei sekaligus laga perdana setelah melepas Hugo Cuypers ke CF Monterrey.
Kepergian Cuypers membuat Lewandowski kini menjadi pusat permainan sekaligus tumpuan utama lini depan Chicago Fire.
“Setiap kali saya bergabung dengan klub baru, saya selalu menunggu gol pertama,” kata Lewandowski kepada Apple TV usai pertandingan.
“Bagi saya sangat penting menunjukkan bahwa saya hadir di sini, mencetak gol, dan membantu tim meraih kemenangan sehingga langkah berikutnya menjadi lebih mudah bagi kami.”
“Saya benar-benar senang berada di sini karena menikmati setiap hari, mulai dari gaya hidup, klub, hingga organisasinya yang menurut saya berada di level terbaik.”
“Saya tidak memiliki satu pun hal buruk untuk dikatakan tentang klub ini karena semuanya berjalan sangat baik, baik di dalam maupun di luar lapangan.”
Dua gol tersebut membuat Lewandowski menjadi pemain keempat yang mencetak brace pada debut kandang bersama Chicago Fire.
Ia mengikuti jejak Frank Klopas pada 1998 serta Andy Herron dan Tomasz Frankowski yang mencatatkan rekor serupa pada 2008.
Philip Zinckernagel mengaku chemistry tim bersama Lewandowski terus berkembang dari pertandingan ke pertandingan.
“Rasanya luar biasa dan kami masih terus mempelajari cara Lewandowski bergerak, memahami kebiasaannya di lapangan, serta mengetahui apa yang paling ia sukai.”
“Semuanya hanya soal waktu sebelum dia menunjukkan kualitasnya dan kini pemahaman antarpemain terus meningkat,” ujar Zinckernagel.
Kedatangan Lewandowski sempat memunculkan perdebatan setelah Chicago Fire melepas Hugo Cuypers yang lebih muda.
Pelatih Gregg Berhalter mengakui timnya masih beradaptasi karena gaya bermain Lewandowski berbeda dengan Cuypers.
“Kami masih berusaha menemukan bentuk permainan terbaik, tetapi mentalitas dan kerja keras tim sudah berada di jalur yang tepat.”
“Masih ada beberapa aspek posisi bermain, umpan ke kotak penalti, pergerakan di belakang garis pertahanan, hingga organisasi bertahan yang harus diperbaiki.”
“Namun saya yakin semua itu akan berkembang seiring waktu,” kata Berhalter.
Kini Chicago Fire mengalihkan fokus ke Leagues Cup yang menjadi peluang besar meraih gelar pertama sejak menjuarai U.S. Open Cup 2006.
Lewandowski juga berpeluang mengikuti jejak Lionel Messi yang langsung mempersembahkan trofi Leagues Cup untuk Inter Miami pada 2023.
Chicago Fire akan menghadapi Necaxa, Santos Laguna, dan Cruz Azul pada fase awal untuk memburu tiket menuju babak gugur.
Bek Joel Waterman berharap kemenangan atas Charlotte FC menjadi modal penting menghadapi persaingan di Leagues Cup.
“Perasaan kami sangat positif menjelang Leagues Cup dan semoga momentum ini terus berlanjut karena kami ingin memenangkan turnamen tersebut serta menutup musim dengan hasil terbaik.”***



