JAKARTA – Tidur sering dianggap sebagai waktu istirahat setelah menjalani aktivitas seharian.
- Orang Dewasa Dianjurkan Tidur Minimal 7 Jam
- Konsentrasi dan Daya Ingat Bisa Menurun
- Tubuh Bisa Lebih Mudah Merasa Lapar
- Gula Darah dan Metabolisme Ikut Terdampak
- Kesehatan Jantung Bisa Terpengaruh
- Sistem Imun Bisa Ikut Terganggu
- Kurang Tidur Juga Berbahaya Saat Berkendara
- Jadi, Jangan Anggap Sepele Kurang Tidur
Namun, tidur sebenarnya menjadi bagian penting dari proses pemulihan tubuh dan menjaga fungsi otak.
Ketika seseorang terus-menerus tidur lebih sedikit dari yang dibutuhkan, dampaknya bukan hanya rasa kantuk pada siang hari.
Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, suasana hati, metabolisme hingga kesehatan jantung.
Orang Dewasa Dianjurkan Tidur Minimal 7 Jam
Kebutuhan tidur setiap orang dapat berbeda, tetapi American Academy of Sleep Medicine dan Sleep Research Society merekomendasikan orang dewasa berusia 18-60 tahun tidur setidaknya 7 jam setiap malam secara rutin untuk mendukung kesehatan dan mengurangi risiko dampak buruk akibat kurang tidur.
Data National Center for Health Statistics yang diterbitkan CDC menunjukkan, pada 2024 sebanyak 30,5 persen orang dewasa di Amerika Serikat rata-rata tidur kurang dari 7 jam dalam periode 24 jam. Data tersebut berasal dari National Health Interview Survey 2024.
Konsentrasi dan Daya Ingat Bisa Menurun
Salah satu dampak yang paling cepat terasa setelah kurang tidur adalah perubahan kemampuan otak.
Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute (NHLBI), kekurangan tidur dapat mengganggu proses belajar, fokus, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, daya ingat, serta kemampuan mengendalikan emosi.
Waktu reaksi juga dapat menjadi lebih lambat sehingga seseorang lebih mudah melakukan kesalahan.
Kondisi tersebut menjadi semakin penting ketika seseorang harus melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi, termasuk berkendara.
Tubuh Bisa Lebih Mudah Merasa Lapar
Kurang tidur juga berhubungan dengan perubahan hormon yang mengatur rasa lapar dan kenyang.
NHLBI menjelaskan bahwa kekurangan tidur dapat meningkatkan kadar ghrelin, yaitu hormon yang berkaitan dengan rasa lapar, sekaligus menurunkan leptin yang membantu memberikan sinyal kenyang.
Akibatnya, seseorang dapat merasa lebih lapar ketika kurang tidur.
Dalam jangka panjang, kurang tidur juga dikaitkan dengan risiko obesitas dan gangguan metabolisme.
Gula Darah dan Metabolisme Ikut Terdampak
Tidur turut memengaruhi cara tubuh merespons insulin, hormon yang membantu mengatur kadar gula darah.
NHLBI menyebut kekurangan tidur dapat membuat kadar gula darah menjadi lebih tinggi dari normal dan berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes.
Kurang tidur juga dapat memengaruhi cara tubuh mengatur energi dan metabolisme.
Kesehatan Jantung Bisa Terpengaruh
Saat tidur, tekanan darah dan detak jantung secara normal mengalami penurunan. Karena itu, kurang tidur secara terus-menerus dapat memberikan dampak terhadap sistem kardiovaskular.
NHLBI menyebut orang yang tidak cukup tidur atau sering terbangun pada malam hari memiliki risiko lebih tinggi terhadap sejumlah masalah kesehatan, termasuk tekanan darah tinggi, penyakit jantung koroner, obesitas dan stroke.
CDC juga menyebut orang dewasa yang tidur kurang dari 7 jam lebih sering melaporkan sejumlah masalah kesehatan, termasuk serangan jantung, asma dan depresi.
Sistem Imun Bisa Ikut Terganggu
Tidur bukan hanya berkaitan dengan otak dan jantung. Sistem kekebalan tubuh juga membutuhkan tidur yang cukup.
Menurut NHLBI, kekurangan tidur secara berkelanjutan dapat memengaruhi cara sistem pertahanan alami tubuh merespons kuman dan membuat tubuh lebih sulit melawan infeksi tertentu.
Kurang Tidur Juga Berbahaya Saat Berkendara
Rasa kantuk akibat kurang tidur bukan sekadar membuat seseorang merasa lemas. Kemampuan bereaksi dan mengambil keputusan juga dapat terganggu.
NHLBI menyebut orang yang kekurangan tidur dapat mengalami microsleep, yaitu episode tidur singkat yang terjadi tanpa disadari ketika seseorang seharusnya masih terjaga.
Kondisi tersebut tentu berbahaya ketika seseorang sedang mengemudi atau mengoperasikan kendaraan.
Bahkan, NHLBI mencatat bahwa setelah beberapa malam kehilangan waktu tidur 1-2 jam per malam, kemampuan seseorang untuk berfungsi dapat menurun secara signifikan.
Jadi, Jangan Anggap Sepele Kurang Tidur
Kurang tidur sesekali tidak selalu berarti seseorang akan langsung mengalami masalah kesehatan serius.
Namun, jika berlangsung terus-menerus, kekurangan tidur dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh.
Mulai dari konsentrasi, suasana hati, metabolisme, sistem kekebalan hingga kesehatan jantung dapat terdampak.
Karena itu, menjaga jadwal tidur yang cukup dan teratur menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Bagi orang dewasa, tidur setidaknya 7 jam setiap malam secara rutin menjadi rekomendasi umum untuk mendukung kesehatan.
Namun, kebutuhan tidur tetap dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi usia maupun kondisi tertentu.***