JAKARTA – Bhayangkara Presisi Lampung FC mengambil keputusan besar menjelang bergulirnya Super League 2026/2027.
Klub berjuluk The Guardians itu kini memiliki sosok baru di kursi pelatih, yakni Oscar Bruzon Barreras.
Pelatih asal Spanyol tersebut resmi diperkenalkan Bhayangkara FC pada Rabu (12/8/2026).
Bruzon datang untuk menggantikan Paul Munster yang sebelumnya menjadi juru taktik The Guardians.
Penunjukan Bruzon menjadi perhatian karena pergantian pelatih dilakukan ketika persiapan menuju musim baru sudah berlangsung.
Bhayangkara FC sebelumnya telah mempersiapkan tim untuk kembali bersaing di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bawa Pengalaman dari Sepak Bola Asia
Bruzon bukan pelatih yang baru mengenal atmosfer sepak bola Asia. Sebelum menerima pekerjaan di Bhayangkara, pria berusia 49 tahun tersebut memiliki pengalaman menangani sejumlah klub di kawasan Asia.
Salah satu pengalaman terbarunya datang bersama East Bengal. Bruzon menangani klub India tersebut pada musim 2025/2026 sebelum kemudian meninggalkan klub pada Mei 2026. Ia juga pernah memiliki pengalaman di sepak bola India bersama Sporting Goa dan Mumbai FC.
Pengalaman tersebut menjadi modal Bruzon untuk menghadapi tantangan barunya di Indonesia.
Ia kini dituntut segera memahami karakter pemain dan membangun skema permainan yang sesuai dengan skuad Bhayangkara FC.
Kehadiran Bruzon sekaligus membuka lembaran baru bagi The Guardians setelah sebelumnya ditangani Paul Munster.
Munster Pergi Setelah Bawa Bhayangkara Finis Kelima
Paul Munster sebelumnya membawa Bhayangkara FC menjalani musim 2025/2026 dengan hasil yang cukup positif.
Sebagai tim promosi, Bhayangkara mampu mengakhiri kompetisi di peringkat kelima klasemen akhir.
The Guardians mengoleksi 53 poin dari 34 pertandingan. Catatan tersebut menjadi salah satu pencapaian penting klub pada musim tersebut.
Menariknya, pada akhir Mei 2026, Munster sempat menyatakan komitmennya untuk tetap menangani Bhayangkara FC pada musim berikutnya.
Saat itu, ia bahkan menyebut memiliki kontrak selama dua tahun dan ingin membawa tim berkembang lebih jauh setelah finis di posisi kelima.
Namun, rencana tersebut akhirnya berubah. Bhayangkara FC mengumumkan berakhirnya kerja sama dengan Munster pada Selasa (11/8/2026).
Sehari kemudian, klub memperkenalkan Bruzon sebagai penggantinya.
Hingga saat ini, Bhayangkara FC belum menjelaskan secara rinci alasan di balik berakhirnya kerja sama dengan Munster.
Karena itu, keputusan tersebut lebih tepat disebut sebagai pergantian pelatih dan bukan sebagai pemecatan, selama belum ada keterangan resmi mengenai status tersebut.
Tantangan Baru Menanti Bruzon
Tugas Bruzon tidak akan mudah. Ia datang ketika kompetisi musim 2026/2027 semakin dekat sehingga waktu untuk beradaptasi dengan skuad relatif terbatas.
Selain mengenal pemain, Bruzon juga harus membangun sistem permainan yang mampu menjaga performa Bhayangkara setelah musim sebelumnya berhasil finis di lima besar.
Bagi The Guardians, pergantian pelatih ini tentu membawa harapan baru. Sementara bagi Bruzon, Indonesia menjadi tantangan berikutnya dalam perjalanan kariernya di sepak bola Asia.
Kini perhatian akan tertuju pada bagaimana Bruzon menerapkan gaya kepelatihannya dan membawa Bhayangkara FC menghadapi Super League 2026/2027.***


