MANGGARAI – Tim SAR Gabungan mempercepat penanganan korban gempa Manggarai Timur dengan mengutamakan pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera.
Hingga Selasa, 18 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA, sebanyak tujuh korban luka berat telah diterbangkan menuju Labuan Bajo.
Para korban mengalami berbagai cedera serius, mulai dari patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, hingga luka berat pada bagian tangan.
Evakuasi udara dipilih karena dinilai mampu mempercepat pemindahan korban dari wilayah terdampak menuju fasilitas kesehatan.
Dua Kloter Helikopter
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii mengatakan evakuasi korban dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kebutuhan penanganan medis.
“Evakuasi dilakukan dalam dua kloter, pertama menggunakan Helikopter Dauphin yang membawa tiga korban,” ujarnya.
Pada penerbangan berikutnya, Helikopter Dauphin kembali digunakan untuk membawa empat korban lain yang mengalami luka berat.
Dengan demikian, seluruh tujuh korban luka berat tersebut telah dipindahkan melalui jalur udara menuju Labuan Bajo.
Helikopter Masih Disiagakan
Helikopter Dauphin tetap dikerahkan secara intensif di wilayah Manggarai Timur untuk mendukung proses pencarian dan pertolongan.
Penggunaan jalur udara menjadi bagian penting dalam operasi karena kondisi wilayah terdampak dapat memperlambat mobilisasi melalui jalur darat.
Tim SAR juga memperkuat operasi dengan menambah personel serta berbagai peralatan pendukung di lokasi bencana.
Tim Rescue Kantor SAR Kupang bersama unsur TNI, Polri, dan Potensi SAR turut bergerak menuju kawasan yang masih membutuhkan bantuan.
Operasi SAR Terus Berjalan
Penambahan kekuatan dilakukan untuk mempercepat pencarian, pertolongan, serta evakuasi warga yang terdampak gempa bumi.
Seluruh unsur terkait terus melakukan koordinasi agar penanganan korban berlangsung terpadu dan kebutuhan di lapangan dapat segera dipenuhi.
Syafii menegaskan keselamatan korban dan kelancaran operasi menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan evakuasi.
“Kami ingin memastikan proses evakuasi berlangsung cepat, aman, dan terkoordinasi,” kata Syafii.
Operasi SAR masih berlanjut untuk menjangkau korban lain yang membutuhkan pertolongan setelah gempa mengguncang Manggarai Timur.***




