Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, tak mampu menyembunyikan kekecewaannya saat menemukan ketidaksesuaian fatal antara data manifes resmi dan jumlah riil penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Putri Yasmin. Berdasarkan audit investigasi, tercatat sebanyak 78 penumpang tak terdaftar alias “gaib” di dalam manifes pelayaran.
Ketimpangan data yang mencolok ini terkuak dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi V DPR RI bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, serta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Lasarus langsung memotong pemaparan Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, begitu mendengar rincian perbedaan angka penumpang tersebut.
“Berarti ini selisih penumpang dan manifes ada berapa kalau kita kurangi?” potong Lasarus di tengah rapat.
“Selisihnya ada 78 orang, Pak. Dari 138 yang terdaftar, total riilnya ada 216 orang,” terang Soerjanto membenarkan angka tersebut.
“78 Orang Itu Banyak, Ini Kebangetan!”
Mendengar konfirmasi KNKT, Lasarus menegaskan bahwa selisih data hingga puluhan jiwa bukan lagi sekadar eror administrasi kecil, melainkan cermin dari buruknya pengawasan standar keselamatan pelayaran di Indonesia.
Ia langsung melayangkan teguran keras di hadapan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, agar segera melakukan evaluasi menyeluruh di jajaran perhubungan laut.
“78 orang itu banyak loh, Pak Menteri. Kalau selisih satu atau dua orang mungkin masih bisa dipahami, tapi ini 78 orang selisihnya! Menurut saya ini sudah kebangetan. Kebocoran manifes ini persoalan serius dan ini menjadi tugas keras kita bersama untuk merapikannya,” tegas Lasarus.
Momen Tragedi KMP Putri Yasmin di Selat Lombok
Sebagai informasi, KMP Putri Yasmin yang melayani rute Pelabuhan Padangbai (Bali) menuju Pelabuhan Lembar (Lombok) mengalami insiden kebakaran hebat di perairan Selat Lombok, Sekotong, Lombok Barat, NTB pada 12 Agustus 2026 lalu sekitar pukul 04.15 WIB.
Sistem pencatatan penumpang yang carut-marut ini menyulitkan proses penanganan darurat saat evakuasi. Dari total 212 korban yang berhasil dievakuasi tim SAR gabungan ke daratan, insiden tragis tersebut mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 4 penumpang lainnya dinyatakan hilang hingga saat ini.




