JAKARTA – Trent Alexander-Arnold mengungkap tekanan emosional yang dirasakannya bersama keluarga ketika kembali ke Liverpool setelah meninggalkan klub masa kecilnya.
Bek kanan asal Inggris itu meninggalkan Liverpool pada 2025 setelah kontraknya berakhir dan kemudian bergabung dengan Real Madrid dalam kepindahan yang memicu kekecewaan sebagian suporter.
Keputusan tersebut membuat Alexander-Arnold mendapat cemoohan, sementara mural dirinya di sekitar Anfield sempat dirusak dengan tulisan bernada penghinaan.
Situasi semakin berat ketika ia kembali ke Anfield bersama Real Madrid dalam pertandingan Liga Champions pada November 2025.
Kepada The Mirror, Alexander-Arnold mengaku kepulangannya ke Liverpool terus berada dalam pikirannya karena reaksi keras yang diterimanya.
“Kembali ke Liverpool setelah semua yang terjadi, hal itu terus ada dalam pikiran saya,” ungkapnya seperti dilansir Liverpool.com, Minggu.
Ia juga menegaskan bahwa tekanan yang dialaminya turut berdampak kepada keluarganya karena mereka menghadapi situasi tersebut secara bersama-sama.
“Sejujurnya, jika sesuatu memengaruhi dan membuat saya kecewa, dampaknya juga terlihat pada keluarga saya, karena mereka menghadapinya bersama saya.”
Pada laga tersebut, Alexander-Arnold belum cukup bugar untuk tampil sejak menit awal setelah sebelumnya mengalami cedera.
Ia akhirnya masuk dari bangku cadangan dalam pertandingan yang menjadi pengalaman berbeda karena untuk pertama kalinya harus menggunakan ruang ganti tim tamu di Anfield.
“Sejak awal, bahkan membayangkan masuk ke ruang ganti tim tamu terasa aneh karena saya belum pernah sekalipun menginjakkan kaki di sana.”
Kepulangannya juga diwarnai sorakan dari sebagian pendukung Liverpool, yang menunjukkan bahwa kekecewaan terhadap keputusannya meninggalkan klub masih terasa.
Namun, perjalanan Alexander-Arnold di Real Madrid belum sepenuhnya berjalan sesuai harapan setelah cedera dan persaingan posisi membuatnya kesulitan mendapatkan konsistensi bermain.
Dalam perkembangan terbaru, Real Madrid memasukkan Alexander-Arnold ke dalam skuad untuk menghadapi Espanyol pada pekan kedua Liga Spanyol 2026/2027.
Situasi tersebut membuat musim ini menjadi periode penting bagi sang pemain untuk membuktikan bahwa kepindahannya ke Madrid bukan keputusan yang keliru.
Dengan tekanan dari masa lalu dan tuntutan tinggi di Real Madrid, Alexander-Arnold kini menghadapi tantangan untuk mengembalikan performa terbaiknya sekaligus membangun kembali kepercayaan publik.***





