JAKARTA – Klay Thompson akhirnya menentukan masa depannya dengan bergabung bersama Miami Heat setelah meninggalkan Dallas Mavericks melalui kesepakatan buyout.
Keputusan tersebut kembali memunculkan pertanyaan mengapa pemain berusia 36 tahun itu tidak memilih Los Angeles Lakers.
Lakers sebelumnya disebut tertarik mendatangkan Thompson karena kemampuan menembak tiga angkanya masih sangat berharga.
Namun, Heat berhasil memenangkan persaingan setelah menawarkan kesempatan bermain bersama Giannis Antetokounmpo.
Mengutip laporan LeBron Wire, Sabtu (29/8/2026), kontrak Thompson bersama Miami dilaporkan berdurasi dua tahun dengan nilai sekitar US$11,5 juta atau setara Rp204,1 miliar.
Mychal Gagal Membujuk Putranya
Ayah Klay, Mychal Thompson, ternyata sejak lama berharap putranya mengenakan seragam Lakers.
Mantan pemain Lakers itu bahkan mengaku tidak memiliki pengaruh berarti terhadap keputusan putranya mengenai klub tujuan.
“Seberapa besar pengaruh saya terhadap pendapat Klay? Bukankah sudah jelas? Tidak ada,” kata Mychal.
“Saya ingin dia menjadi pemain Lakers, karena saya pikir Lakers akan sangat cocok untuknya selama tiga tahun terakhir,” lanjutnya.
Mychal menilai kemampuan Klay sebagai penembak jarak jauh akan sangat sesuai dengan kebutuhan Lakers.
Ia sebelumnya membayangkan Klay bermain bersama LeBron James, Anthony Davis, dan Austin Reaves.
Namun, Klay memilih Dallas pada 2024 setelah meninggalkan Golden State Warriors setelah 13 musim.
Saat itu, peluang bermain bersama Luka Doncic dan Kyrie Irving disebut menjadi salah satu daya tarik utama bagi Klay.
Alasan Kocak Klay Menjauh dari Lakers
Setelah kembali gagal membujuk Klay, Mychal kemudian mengemukakan dugaan yang disampaikannya dengan nada bercanda.
“Satu-satunya hal yang bisa saya pikirkan adalah karena saya bekerja untuk Lakers dan bepergian bersama Lakers, mungkin dia tidak ingin berada di jalan bersama saya, di hotel,” ujarnya.
“Dia tidak ingin saya mengetuk pintunya untuk memeriksa jam malam dan memastikan dia berada di sana,” lanjut Mychal.
“Jadi, mungkin dia berpikir, ‘Saya tidak akan pergi ke sana kalau ayah saya mengikuti saya dalam perjalanan!’” katanya.
Pernyataan tersebut jelas disampaikan secara bercanda, tetapi menggambarkan betapa sulitnya Mychal memengaruhi pilihan profesional putranya.
Lakers Bukan Sekadar Pilihan Sekali
Penolakan Klay terhadap Lakers bukan kali pertama terjadi dalam kariernya.
Pada 2024, Lakers juga disebut serius mengejar tanda tangannya ketika ia berstatus pemain bebas agen.
Klay akhirnya memilih Mavericks dengan kontrak tiga tahun senilai US$50 juta atau sekitar Rp887,9 miliar berdasarkan kurs terkini.
Keputusan tersebut kemudian terlihat berbeda setelah Dallas kehilangan Luka Doncic melalui perdagangan ke Lakers pada 2025.
Kyrie Irving juga mengalami cedera ACL yang membuat situasi Mavericks semakin sulit.
Klay kemudian menjalani periode kurang mengesankan di Dallas sebelum akhirnya menyepakati buyout pada musim panas 2026.
Klay Masih Berbahaya dari Garis Tiga Angka
Meski performanya menurun setelah mengalami cedera ACL dan Achilles, Klay tetap menjadi ancaman serius dari luar garis tiga angka.
Pada musim 2025-26, ia mencatat rata-rata 11,7 poin dan memasukkan 38,3 persen percobaan tiga angka.
Klay melepaskan rata-rata 7,6 tembakan tiga angka setiap pertandingan sepanjang musim tersebut.
Persentase itu memang menjadi yang terendah dalam kariernya, tetapi tetap menunjukkan bahwa kemampuan menembaknya belum hilang.
Secara karier, Klay memiliki akurasi tiga angka sebesar 40,9 persen dalam 934 pertandingan NBA.
Kini, kemampuan tersebut akan menjadi bagian penting dari proyek baru Miami yang juga diperkuat Giannis Antetokounmpo.
Heat Menjadi Babak Baru
Miami menawarkan Klay kesempatan membangun kembali kariernya dalam tim dengan ambisi besar setelah kedatangan Giannis.
Situasi tersebut membuat keputusan Klay semakin mudah dipahami dari perspektif persaingan menuju gelar.
Sementara itu, Lakers harus menerima kenyataan bahwa salah satu penembak elite generasinya kembali memilih jalan berbeda.
Mychal Thompson pun tampaknya harus berdamai dengan kenyataan bahwa statusnya sebagai legenda Lakers tidak cukup untuk membuat putranya mengikuti keinginannya.
Untuk saat ini, Klay Thompson akan membuka babak baru bersama Miami Heat, sedangkan kemungkinan dirinya membela Lakers semakin sulit terwujud.***



