JAKARTA – AC Milan melanjutkan start positif di Serie A 2026/2027 setelah menundukkan Venezia dengan skor 2-0 di San Siro, Sabtu (29/8/2026).
Kemenangan ini menjadi hasil positif kedua secara beruntun bagi Milan sejak ditangani Ruben Amorim pada awal musim.
Tambahan tiga poin juga mengakhiri catatan buruk Milan yang sebelumnya melewati empat laga liga tanpa kemenangan di kandang sendiri.
Milan langsung tampil agresif sejak menit awal dan tekanan tersebut membuahkan hasil ketika Goncalo Ramos membuka keunggulan pada menit ke-12.
Penyerang asal Portugal itu memanfaatkan keberhasilannya melewati jebakan offside sebelum melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihentikan Filip Stankovic.
Venezia berusaha merespons dengan meningkatkan tekanan, tetapi pertahanan Milan mampu meredam sejumlah ancaman yang datang ke area penalti.
John Yeboah sempat memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan, tetapi Strahinja Pavlovic sigap melakukan blok untuk menyelamatkan gawang Milan.
Stankovic juga tampil penting bagi Venezia dengan menggagalkan beberapa peluang Milan sepanjang babak pertama.
Ramos sebenarnya berpeluang menggandakan keunggulan sebelum turun minum, tetapi tembakannya kembali dimentahkan penjaga gawang Venezia.
Milan kemudian nyaris memperlebar jarak melalui Yunus Musa yang melepaskan tembakan dari jarak dekat dan hanya membentur mistar.
Peluang tersebut bermula dari situasi bola mati yang dieksekusi Luka Modric dan kemudian menciptakan kemelut di depan gawang Venezia.
Venezia kembali mencoba mencari celah melalui Adams, tetapi upayanya untuk melepaskan tembakan berhasil dihentikan Mario Gila.
Memasuki fase akhir pertandingan, Milan terus menjaga kendali permainan dan akhirnya mendapatkan gol kedua melalui kesalahan pemain Venezia.
Tembakan Ardon Jashari mengenai Redouane Halhal sebelum bola berubah arah dan masuk ke gawang sendiri sehingga Milan unggul 2-0.
Keunggulan tersebut bertahan hingga pertandingan berakhir dan memastikan Milan membawa pulang kemenangan penting di hadapan pendukungnya.
Hasil tersebut sekaligus memperpanjang tren Milan yang selalu memenangkan pertemuan dengan keunggulan minimal dua gol dalam enam pertandingan secara beruntun.
Sebaliknya, Venezia masih menghadapi persoalan serius ketika bermain di luar kandang karena belum mampu meraih kemenangan dalam 27 laga tandang di kasta tertinggi.
Amorim menilai kemenangan Milan tidak hanya ditentukan efektivitas serangan, tetapi juga kedisiplinan pemain ketika menghadapi tekanan lawan.
“Kami menunjukkan pertahanan yang disiplin dan serangan yang efisien,” katanya.
Pelatih asal Portugal itu juga mengapresiasi respons anak asuhnya yang mampu tetap tenang ketika Venezia memberikan perlawanan ketat.
“Kami memulai pertandingan dengan baik dan mencetak gol lebih awal, yang memberi kami kepercayaan diri. Venezia bermain dengan disiplin dan membuat kami kesulitan di beberapa momen, namun kami tetap tenang dan sabar menunggu peluang.”
Amorim secara khusus menyoroti organisasi pertahanan Milan yang dinilainya semakin menunjukkan kematangan sebagai sebuah tim.
“Kami tidak memberi mereka banyak ruang, dan ketika mereka mendapat peluang, kami memiliki pemain yang siap melakukan blok. Itu adalah tanda tim yang matang.”
Dua kemenangan beruntun membuat Milan mengawali era Amorim dengan sinyal positif dan menempatkan mereka di posisi teratas klasemen sementara Serie A.
Milan juga menjadi salah satu tim yang belum tersentuh kekalahan pada awal musim kompetisi 2026/2027.
Amorim meminta para pemainnya tidak cepat puas karena perjalanan menuju perebutan gelar juara masih sangat panjang.
“Ini baru awal musim, dan kami harus terus bekerja keras. Kami memiliki skuad yang berkualitas, dan saya percaya kami bisa bersaing di papan atas.”
Performa Milan dalam dua pertandingan awal tersebut membuat ambisi merebut scudetto mulai terlihat semakin serius di bawah kepemimpinan Amorim.***



