JAKARTA – Kevin Durant mengaku sempat meragukan peluang New York Knicks meraih gelar NBA 2026 setelah melihat San Antonio Spurs berkali-kali unggul besar.
Keraguan Durant baru sirna pada pertandingan terakhir ketika Knicks memastikan kemenangan atas Spurs dan mengakhiri penantian gelar selama 53 tahun.
Knicks menutup Final NBA dengan kemenangan 4-1 setelah menunjukkan mental luar biasa setiap kali Spurs menciptakan keunggulan.
Bahkan, New York mampu bangkit dari ketertinggalan dua digit dalam seluruh empat kemenangan mereka di seri final tersebut.
Salah satu momen paling spektakuler terjadi pada Game 4 ketika Knicks tertinggal 29 poin sebelum membalikkan keadaan dan menang 107-106.
Comeback tersebut tercatat sebagai kebangkitan terbesar sepanjang sejarah Final NBA dan membuat Knicks unggul 3-1 atas Spurs.
Durant mengatakan dirinya berada dalam posisi ragu hampir sepanjang rangkaian pertandingan karena Spurs selalu mampu membangun keunggulan besar.
“Saya masih ragu apakah mereka akan menang, karena setiap pertandingan mereka tertinggal dan saya berpikir, saya tidak tahu,” kata Durant seperti dikutip HITC, Sabtu (29/8/2026).
“Ketika mereka mulai mengejar, sejujurnya saya belum langsung percaya sampai pertandingan terakhir,” lanjutnya.
Durant juga menyoroti pola pertandingan yang membuat peluang Knicks terlihat sulit setelah Spurs berkali-kali unggul jauh.
“Menurut saya, Spurs selalu unggul 15 poin, bahkan 29 poin, lalu Knicks kembali mengejar dan mencuri kemenangan,” ujar Durant.
Pada Game 4, Spurs sempat unggul 29 poin sebelum Knicks bangkit melalui permainan agresif dan akhirnya menang lewat tip-in OG Anunoby pada detik terakhir.

Ketangguhan tersebut kembali terlihat pada Game 5 ketika Knicks bangkit dari defisit 16 poin untuk mengalahkan Spurs 94-90 di San Antonio.
Jalen Brunson menjadi penentu kemenangan dengan mencetak 45 poin, termasuk 13 angka beruntun pada kuarter keempat yang membawa Knicks menuju gelar juara.
Brunson sekaligus mencatat rekor poin terbanyak seorang pemain Knicks dalam satu pertandingan Final NBA dengan torehan 45 angka.
Hasil tersebut membuat New York mengakhiri penantian sejak 1973 dan kembali menjadi juara NBA setelah 53 tahun.
Bagi Spurs dan Victor Wembanyama, kekalahan tersebut menjadi pelajaran penting setelah mereka gagal mempertahankan keunggulan dalam pertandingan-pertandingan krusial.
Wembanyama mencetak 19 poin, 14 rebound, dan lima blok pada Game 5, tetapi kontribusinya belum cukup untuk menghentikan kebangkitan Knicks.
Perjalanan Knicks akhirnya menjadi salah satu kisah comeback paling luar biasa dalam sejarah Final NBA karena mereka terus bangkit ketika lawan terlihat menguasai pertandingan.
Komentar Durant memperlihatkan betapa sulitnya mempercayai kemampuan Knicks sebelum mereka benar-benar memastikan gelar pada pertandingan penutup.***



