JAKARTA – Liverpool kembali gagal meraih kemenangan setelah bermain 2-2 melawan Nottingham Forest di Anfield pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Hasil tersebut membuat Andoni Iraola masih menunggu kemenangan pertamanya sebagai pelatih Liverpool di Premier League.
Forest dua kali unggul melalui Dan Ndoye dan Morgan Gibbs-White, sebelum Liverpool membalas lewat Alexander Isak serta Víctor Muñoz.
Bagi Liverpool, pertandingan tersebut kembali memperlihatkan sejumlah persoalan yang belum terselesaikan sejak awal musim.
Masalah paling mencolok terlihat ketika Liverpool kesulitan menghadapi pertahanan rapat dan kehilangan intensitas dalam sejumlah fase permainan.
Lini belakang juga masih mudah terbuka ketika lawan berhasil mengalirkan serangan secara cepat menuju area pertahanan.
Data peluang mempertegas persoalan tersebut karena Forest mencatat expected goals 2,30 berbanding 1,61 milik Liverpool.
Forest juga menghasilkan lima peluang besar, sedangkan Liverpool hanya menciptakan satu kesempatan yang masuk kategori serupa.
Kondisi itu menunjukkan Liverpool belum sepenuhnya mampu mengendalikan pertandingan meski tampil di hadapan pendukung sendiri.
Namun, ada dua pemain yang memberikan alasan bagi Iraola untuk tetap optimistis, yakni Víctor Muñoz dan Florian Wirtz.
Muñoz tampil agresif sejak masuk ke permainan dan akhirnya mencetak gol penyama kedudukan pada menit ke-82.
Penyerang asal Spanyol itu sebelumnya bergabung dari Osasuna setelah Liverpool menyepakati kontrak jangka panjang dengannya.
Kecepatan Muñoz menjadi salah satu senjata yang dapat memberi dimensi berbeda bagi serangan Liverpool musim ini.
Meski demikian, Muñoz masih membutuhkan peningkatan kekuatan fisik dan pengendalian emosi agar potensinya berkembang maksimal.
Wirtz juga menunjukkan tanda-tanda kebangkitan setelah mendapat sorotan akibat performanya dalam beberapa pertandingan sebelumnya.
Pemain Jerman tersebut memperlihatkan kualitas teknis yang lebih menjanjikan dan turut berperan dalam terciptanya gol Liverpool.
Iraola bahkan menegaskan bahwa dirinya memiliki keyakinan besar terhadap kemampuan Wirtz di Liverpool.
“Florian sangat bagus, saya sangat mempercayainya, dan kami harus menemukan cara terbaik untuk memanfaatkannya.”
“Menurut saya, posisinya sudah cukup jelas, dan semakin sering dia bermain bersama kami, saya yakin performanya akan semakin baik,” ungkapnya dikutip dari Liverpool.com, Minggu.
Iraola juga menyatakan dirinya hampir tidak memiliki keraguan terhadap masa depan Wirtz di bawah arahannya.
Namun, perkembangan Wirtz dan Muñoz membutuhkan dukungan lebih kuat dari komposisi skuad yang tersedia.
Tambahan Pemain Sayap
Liverpool masih membutuhkan tambahan pemain sayap agar pilihan serangan tidak terlalu bergantung pada beberapa nama.
Kebutuhan tersebut semakin penting setelah kepergian Mohamed Salah membuat sisi kanan serangan Liverpool kehilangan figur utama.
Bradley Barcola menjadi salah satu solusi yang sedang dikejar Liverpool menjelang penutupan bursa transfer.
Liverpool dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Paris Saint-Germain untuk transfer Barcola senilai hingga £123 juta atau setara kurang lebih Rp2,95 triliun.
Nilai awal transfer dilaporkan mencapai £106 juta atau sekitar Rp2,54 triliun, sedangkan tambahan bonus maksimal £17 juta setara sekitar Rp407,1 miliar.
Barcola dijadwalkan menjalani pemeriksaan medis sebelum proses kepindahannya ke Anfield dirampungkan.
Kedatangan Barcola akan menambah kecepatan sekaligus kreativitas pada lini depan Liverpool yang sedang dibangun ulang.
Perkuat Bek Kanan
Namun, kebutuhan Liverpool tidak berhenti pada sektor sayap karena posisi bek kanan juga menjadi perhatian serius.
Cedera jangka panjang Conor Bradley membuat pilihan Liverpool di posisi tersebut semakin terbatas.
Situasi itu bahkan memaksa Dominik Szoboszlai bermain sebagai bek kanan ketika performa Jeremie Frimpong tidak berjalan sesuai harapan.
Keputusan tersebut memang dapat menjadi solusi darurat, tetapi sekaligus memperlihatkan kedalaman skuad yang belum ideal.
Liverpool juga membutuhkan peningkatan stabilitas pertahanan karena organisasi lini belakang masih mudah terganggu ketika menghadapi tekanan lawan.
Jérémy Jacquet kembali menunjukkan performa menjanjikan, tetapi kontribusi satu pemain belum cukup untuk menutup seluruh persoalan defensif Liverpool.
Iraola kini memiliki waktu sangat terbatas untuk menyelesaikan pekerjaan transfer sebelum bursa pemain ditutup.
Selain Barcola, Liverpool sebelumnya juga dikaitkan dengan beberapa opsi winger lain untuk memperkuat lini serang.
Pelatih asal Spanyol itu sendiri mengakui masih terdapat aktivitas transfer yang berlangsung di balik layar.
“Saya tidak bisa memberi tahu apa pun sekarang, tetapi memang benar ada beberapa hal yang sedang berlangsung dan itu merupakan sesuatu yang normal.”
Pernyataan tersebut membuka kemungkinan Liverpool masih bergerak mencari tambahan pemain sebelum tenggat transfer.
Hasil imbang melawan Forest akhirnya memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai prioritas Liverpool.
Tambahan winger menjadi kebutuhan utama untuk meningkatkan variasi serangan dan mengurangi ketergantungan pada pemain tertentu.
Bek kanan juga perlu diperkuat agar Szoboszlai tidak kembali menjadi solusi darurat ketika Bradley belum tersedia.
Konsistensi pertahanan menjadi pekerjaan berikutnya karena Liverpool tidak bisa terus membiarkan lawan menciptakan terlalu banyak peluang berbahaya.
Di sisi positif, kemunculan Muñoz dan perkembangan Wirtz memberikan fondasi menarik bagi proyek baru Iraola.
Namun, talenta tersebut membutuhkan struktur permainan dan kedalaman skuad yang lebih kuat agar dapat menghasilkan performa konsisten.
Liverpool kini menghadapi fase penting menjelang penutupan bursa transfer pada 1 September 2026.
Jika kebutuhan utama berhasil dipenuhi, Iraola memiliki peluang lebih besar membentuk Liverpool sesuai gaya permainan yang diinginkannya.
Sebaliknya, jika sejumlah persoalan dibiarkan, hasil imbang seperti ketika menghadapi Forest berpotensi kembali terjadi.***



