Meski sukses menyapu bersih kemenangan di MotoGP Aragon 2026, Marc Marquez mengaku sempat melakukan “kesalahan fatal” pada putaran pertama balapan. Kemenangan ketiganya secara beruntun di MotorLand Aragon ini tidak diraih dengan mudah usai ia lupa menonaktifkan perangkat pengatur ketinggian motor (rear ride height device) saat melibas tikungan awal.
Sang juara bertahan sukses mengunci kemenangan keempatnya musim 2026 setelah mengungguli pebalap muda KTM, Pedro Acosta, dengan selisih hampir dua detik pada balapan sepanjang 23 lap tersebut, Minggu (30/8/2026).
Momen Lupa yang Berbuah Petaka di Lap Awal
Datang sebagai pebalap favorit, Marquez yang memimpin saat memasuki Tikungan 1 justru melakukan kesalahan tak terduga. Ia lupa mengembalikan posisi perangkat belakang motornya (rear device) ke kondisi normal saat meluncur keluar dari tikungan pertama.
Dampaknya langsung terasa saat melibas Tikungan 2 dan 3 yang membutuhkan kecepatan tinggi:
-
Motor Ducati GP26 milik Marquez tertahan dalam posisi mengunci (loaded) sehingga laju motornya melambat drastis.
-
Situasi tersebut dimanfaatkan secara cerdik oleh duo Aprilia, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin, untuk merebut posisi terdepan.
“Seperti yang saya sampaikan kemarin, kuncinya ada di tikungan pertama. Saya berhasil memimpin lagi, tapi hari ini saya melakukan kesalahan besar karena lupa menonaktifkan rear device,” ungkap Marquez saat berada di area parc ferme.
“Saat saya keluar dari Tikungan 1 menuju Tikungan 2, perangkat belakang itu kembali aktif dan terkunci. Akibatnya saya sangat lambat di Tikungan 2 dan 3 yang cepat itu, hingga dua pebalap berhasil menyalip saya,” lanjutnya.
Bangkit Lewat Strategi Matang
Meski posisi kepemimpinannya terenggut, Marquez tak panik. Ia langsung melancarkan aksi overtake agresif terhadap Jorge Martin di Tikungan 15 pada lap pertama, sebelum akhirnya melibas Marco Bezzecchi pada lap keenam untuk merebut kembali takhta balapan.
“Dari titik itu, saya hanya berfokus membangun ritme balap. Terjadi pertarungan yang sangat seru di lap-lap awal. Setelah memimpin, saya berusaha mengontrol balapan, dan ketika menyisakan 10 lap, saya menekan habis-habisan untuk membuka jarak lalu menjaga keunggulan,” pungkas Marquez.
Marquez akhirnya menyentuh garis finis dengan keunggulan 1,7 detik dari Pedro Acosta yang finis kedua, sementara Bezzecchi harus puas di posisi ketiga.
Kemenangan ganda di Aragon membawa dampak masif bagi perjalanan musim 2026 Marquez. Mengawali akhir pekan di Aragon dengan tertinggal 40 poin, Marquez kini sukses melesat ke posisi kedua klasemen sementara—hanya berjarak 19 poin dari sang pimpinan klasemen, Jorge Martin.



