JAKARTA – Tanggal 1 September memiliki catatan penting dalam sejarah dunia. Pada 1 September 1939, Jerman Nazi melancarkan invasi ke Polandia, sebuah peristiwa yang secara umum dianggap sebagai awal Perang Dunia II di Eropa.
Serangan tersebut menjadi awal dari konflik berskala global yang berlangsung selama hampir enam tahun. Jerman menyerang Polandia dari berbagai arah dengan mengerahkan kekuatan darat dan udara. Dua hari kemudian, Inggris dan Prancis menyatakan perang terhadap Jerman setelah Berlin menolak tuntutan untuk menghentikan agresi dan menarik pasukannya dari Polandia.
Serangan Dimulai pada Pagi Hari
Pada 1 September 1939, pasukan Jerman menjalankan operasi militer dengan kode Fall Weiss atau “Case White”. Dokumen militer Jerman mencantumkan tanggal serangan 1 September dengan waktu operasi yang direncanakan sekitar pukul 04.45.
Salah satu peristiwa paling terkenal terjadi di Westerplatte, dekat Danzig atau Gdansk. Sekitar pukul 04.45, kapal perang Jerman Schleswig-Holstein menembaki posisi militer Polandia di Westerplatte.
Serangan dari laut tersebut kemudian diikuti operasi darat dan serangan udara Jerman di berbagai wilayah Polandia. Arsip Bundesarchiv mencatat bahwa tembakan dari Schleswig-Holstein disertai serangan udara Luftwaffe dan segera dilanjutkan dengan invasi pasukan darat.
Selain Westerplatte, Wieluń juga menjadi salah satu lokasi yang terkena serangan udara pada pagi hari tersebut. Serangan terhadap kota itu menyebabkan banyak korban dari kalangan sipil.
Mengapa Jerman Menyerang Polandia?
Invasi Polandia merupakan bagian dari ambisi Adolf Hitler dan pemerintahan Nazi untuk memperluas wilayah Jerman.
Sebelum serangan terjadi, Jerman dan Uni Soviet telah menandatangani Pakta Molotov-Ribbentrop pada 23 Agustus 1939. Perjanjian tersebut secara resmi merupakan pakta non-agresi, tetapi memiliki protokol rahasia yang membagi wilayah Eropa Timur ke dalam lingkup pengaruh kedua negara.
Dengan adanya kesepakatan tersebut, Hitler dapat memulai serangan terhadap Polandia tanpa harus langsung menghadapi kemungkinan perang dengan Uni Soviet dari arah timur.
Jerman kemudian melancarkan serangan besar-besaran ke Polandia. Operasi tersebut memanfaatkan kombinasi kekuatan tank, infanteri, artileri, dan pesawat tempur untuk bergerak cepat menembus pertahanan Polandia.
Polandia Melakukan Perlawanan
Meskipun menghadapi kekuatan militer Jerman yang lebih besar dan lebih modern, pasukan Polandia memberikan perlawanan.
Salah satu simbol perlawanan tersebut adalah Pertempuran Westerplatte. Garnisun Polandia di wilayah tersebut bertahan selama sekitar tujuh hari menghadapi serangan Jerman dari laut, darat, dan udara.
Invasi Jerman sendiri berlangsung di garis depan yang sangat panjang. Pemerintah Polandia mencatat bahwa serangan Jerman pada 1 September berlangsung sepanjang sekitar 1.600 kilometer.
Namun, tekanan Jerman semakin besar dan pasukan Polandia akhirnya kesulitan mempertahankan wilayahnya.
Inggris dan Prancis Menyatakan Perang
Serangan Jerman terhadap Polandia membuat Inggris dan Prancis mengambil tindakan.
Kedua negara sebelumnya telah memberikan jaminan kepada Polandia. Setelah Jerman menolak tuntutan untuk menghentikan invasi dan menarik pasukannya, Inggris dan Prancis secara resmi menyatakan perang terhadap Jerman pada 3 September 1939.
Keputusan tersebut membuat konflik yang awalnya berpusat di Polandia berkembang menjadi perang besar di Eropa.
Meski demikian, pada tahap awal Inggris dan Prancis belum langsung melakukan operasi darat besar-besaran terhadap Jerman. Periode awal tersebut kemudian dikenal sebagai Phoney War atau “Perang Palsu” di Front Barat.
Uni Soviet Ikut Menyerang Polandia
Situasi Polandia semakin sulit pada 17 September 1939.
Dari arah timur, Uni Soviet melancarkan invasi ke wilayah Polandia. Serangan tersebut berkaitan dengan protokol rahasia dalam Pakta Molotov-Ribbentrop yang telah membagi wilayah Eropa Timur ke dalam lingkup pengaruh Jerman dan Uni Soviet.
Dengan demikian, Polandia menghadapi serangan dari dua kekuatan besar sekaligus.
Pasukan Polandia akhirnya tidak mampu mempertahankan negaranya. Wilayah Polandia kemudian dibagi antara Jerman dan Uni Soviet.
Awal Konflik yang Berkembang Menjadi Perang Global
Invasi Polandia pada 1 September 1939 menjadi titik awal konflik yang kemudian meluas ke berbagai belahan dunia.
Jerman selanjutnya menyerang sejumlah negara Eropa Barat. Pada 1940, pasukan Jerman menyerbu Denmark, Norwegia, Belgia, Belanda, Luksemburg, dan Prancis. Konflik kemudian semakin meluas dengan keterlibatan negara-negara lain.
Di luar Eropa, perang juga berkembang menjadi konflik besar di Asia dan Pasifik. Jepang yang telah berperang dengan China sejak 1937 kemudian memperluas ekspansinya, sementara serangan Jepang ke Pearl Harbor pada Desember 1941 membawa Amerika Serikat secara langsung ke dalam perang.
Perang Dunia II akhirnya berlangsung hingga 1945 dan melibatkan puluhan negara.
Mengapa 1 September Diperingati?
Tanggal 1 September dikenang karena pada hari tersebut Jerman memulai invasi ke Polandia, yang secara luas dianggap sebagai awal Perang Dunia II di Eropa.
Peristiwa tersebut bukan muncul secara tiba-tiba. Ketegangan politik, ekspansionisme Nazi Jerman, persaingan kekuatan Eropa, serta berbagai krisis internasional sepanjang 1930-an menjadi rangkaian yang akhirnya membawa dunia menuju perang.
Karena itu, 1 September 1939 menjadi salah satu tanggal paling penting dalam sejarah modern. Dari serangan terhadap Polandia, konflik berkembang menjadi perang global yang mengubah peta politik dunia dan meninggalkan dampak besar hingga bertahun-tahun setelah perang berakhir.