JAKARTA — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 1–4 September 2026. Gelombang dengan ketinggian hingga 4 meter diperkirakan muncul seiring penguatan angin di sejumlah kawasan perairan.
Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di wilayah utara ekuator Indonesia umumnya bergerak dari tenggara ke barat daya dengan kecepatan 6–25 knot. Sementara di wilayah selatan ekuator, angin dominan bergerak dari timur hingga tenggara dengan kecepatan 8–35 knot.
Kondisi tersebut membuat sejumlah perairan berpotensi mengalami peningkatan tinggi gelombang. BMKG mencatat angin dengan kecepatan tertinggi berada di beberapa wilayah, antara lain Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga DI Yogyakarta, Laut Jawa, dan Selat Makassar.
“Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia selatan Jawa Barat hingga DI Yogyakarta, Laut Jawa, dan Selat Makassar,” tulis BMKG dalam keterangannya, Selasa (1/9/2026).
BMKG membagi potensi gelombang menjadi dua kategori. Gelombang sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.
Di antaranya Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Selat Karimata, Laut Jawa, Selat Makassar, Teluk Bone, Laut Flores, dan Laut Sulawesi.
Potensi serupa juga diperkirakan muncul di Samudra Hindia selatan NTB dan NTT, Laut Banda, Laut Seram, Samudra Pasifik utara Maluku, Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya, serta Laut Arafuru.
Sementara itu, gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter diperkirakan terjadi di sejumlah perairan barat Sumatra. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Samudra Hindia barat Aceh, perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan barat Bengkulu, hingga perairan barat Lampung.
Ancaman gelombang tinggi juga mencakup perairan selatan Jawa hingga Bali. BMKG memasukkan perairan selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta Bali dalam wilayah yang berpotensi mengalami gelombang 2,5–4 meter.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di laut, terutama nelayan dan pengguna transportasi laut. Gelombang tinggi dapat meningkatkan risiko keselamatan, khususnya bagi kapal atau perahu yang beroperasi di wilayah terdampak.
BMKG juga meminta masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di kawasan pesisir untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini tersebut.
“Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbau BMKG.