Musisi senior Ari Lasso membagikan pengalaman menegangkan saat menjadi salah satu penumpang pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA604 rute Jakarta–Makassar, Kamis (3/9/2026). Armada Boeing 737-800 yang ditumpanginya tersebut terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin akibat mengalami pecah ban pada salah satu roda utama.
Lewat unggahan di akun Instagram pribadinya, mantan vokalis Dewa 19 ini melayangkan pujian dan rasa respek setinggi-tingginya kepada kapten pilot, co-pilot, hingga seluruh tim operasional darat yang sigap menangani situasi krisis tersebut.
“Salut dan respek untuk kapten dan co-pilot Garuda GA 604 Jakarta–Makassar pagi tadi yang dengan keahlian tinggi berhasil melakukan pendaratan yang nyaris seperti tidak terjadi apa-apa, meski kondisi roda kanan tidak berfungsi maksimal,” tulis Ari Lasso, Kamis (3/9/2026).
Ari yang telah mengudara sejak pukul 05.00 WIB tersebut juga mengapresiasi kesiapan armada penyelamat yang menyambut kedatangan pesawat di landasan pacu.
“Salut juga untuk ground crew Bandara Hasanuddin yang tampak telah siap ‘menyambut pendaratan’ dengan berbagai peralatan pendukung hingga mobil pemadam yang standby. Terlepas dari itu semua, saya tentu bersyukur pada Tuhan karena memberikan kami semua keselamatan,” ungkapnya penuh rasa lega.
Prosedur Darurat dan Evakuasi 156 Penumpang
Pihak otoritas bandara sendiri telah menyiagakan tim pertolongan kecelakaan penerbangan dan pemadam kebakaran (Airport Rescue and Fire Fighting/ARFF) sejak menerima sinyal darurat dari AirNav Indonesia pada pukul 07.00 WITA.
Pgs. General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, menjelaskan bahwa pilot sempat melakukan prosedur go around atau fly pass di udara untuk memastikan kondisi roda sebelum menyentuh landasan.
“Pesawat GA604 berhasil mendarat dengan aman dan lancar di Runway 03 pada pukul 09.13 WITA. Petugas bergerak cepat melakukan penanganan teknis dan memastikan keselamatan seluruh awak serta penumpang,” terang Lukman.
Sebanyak 156 penumpang berhasil dievakuasi ke terminal bandara menggunakan empat unit bus secara tertib dan aman.
Runway Sempat Ditutup Satu Jam
Sebagai bagian dari Prosedur Operasi Standar (SOP) keselamatan udara, area Runway 03-21 sempat ditutup sementara melalui penertiban Notice to Airmen (NOTAM) pada pukul 09.30 hingga 10.30 WITA.
Penutupan ini dilakukan guna memberikan ruang bagi tim teknis untuk memindahkan pesawat ke parking stand apron serta menyisir landasan pacu dari sisa material atau puing roda yang berpotensi membahayakan penerbangan lain.
Setelah dinyatakan steril dan aman oleh tim inspeksi landasan, operasional runway resmi dibuka kembali secara normal pada pukul 10.30 WITA.