TEMASCALCINGO, MEKSIKO — Korban meninggal dunia akibat ledakan gudang kembang api di Temascalcingo, Negara Bagian Meksiko, bertambah menjadi 10 orang. Ledakan yang terjadi di tengah perayaan keagamaan itu juga menyebabkan sedikitnya 81 orang mengalami luka-luka.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu, 5 September, saat masyarakat setempat tengah mengikuti rangkaian perayaan untuk menghormati santo pelindung gereja, Santa Maria Canchesda.
Ledakan berasal dari sebuah gudang penyimpanan kembang api yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Dentuman keras yang terjadi menjelang berakhirnya rangkaian ibadah langsung memicu kepanikan di tengah warga yang berada di lokasi.
Media lokal Excelsior melaporkan, suara ledakan terdengar keras dan membuat suasana perayaan berubah menjadi kepanikan. Petugas kemudian melakukan penanganan terhadap para korban dan mengevakuasi mereka ke sejumlah fasilitas kesehatan.
Jumlah korban tersebut mengalami peningkatan dari laporan sebelumnya yang menyebut sembilan orang meninggal dunia dan 24 lainnya terluka. Setelah proses pendataan serta penanganan korban dilakukan, otoritas setempat memperbarui jumlah korban menjadi 10 orang meninggal dan sedikitnya 81 orang terluka.
Hingga Ahad, seluruh korban meninggal dunia yang telah teridentifikasi terdiri dari lima perempuan, tiga laki-laki, serta dua korban yang masih berusia remaja.
Sementara itu, puluhan korban luka masih mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan terdekat. Kondisi mereka menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah ledakan yang terjadi saat kegiatan keagamaan tersebut.
Di sisi lain, aparat dan otoritas setempat masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Pemeriksaan dilakukan terhadap lokasi gudang kembang api dan rangkaian kejadian yang mendahului insiden tersebut.
Penyelidikan itu diperlukan untuk memastikan bagaimana ledakan dapat terjadi di tengah berlangsungnya kegiatan masyarakat dan menjadi dasar bagi penanganan lebih lanjut terhadap insiden tersebut.