JAKARTA – Penemuan jasad pria di kawasan perairan Desa Lubuk Sanai, Kecamatan Koto Jaya, Kabupaten Mukomuko, Bengkulu, Kamis (24/9/2026), sempat dikaitkan dengan hilangnya rombongan wartawan di sekitar Gunung Anak Krakatau.
Namun, Polda Banten memastikan jasad tersebut bukan bagian dari rombongan KM Arupadatu I yang hilang kontak di perairan Selat Sunda pada 7 September 2026.
Kabid Humas Polda Banten Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan Kapolres Mukomuko mengenai jasad yang ditemukan tersebut.
“Info dari Kapolres Mukomuko. Itu korban pembunuhan dan identitasnya ada,” ujar Maruli, Kamis (24/9/2026).
Jasad Ditemukan di Pantai Mukomuko
Penemuan jasad tersebut pertama kali dilaporkan masyarakat kepada Basarnas Bengkulu sekitar pukul 08.20 WIB. Tim Rescue Pos SAR Mukomuko kemudian dikerahkan ke lokasi untuk melakukan evakuasi.
Kepala Basarnas Bengkulu Muslikun Sodik membenarkan adanya penemuan jenazah dan mengatakan korban telah dibawa ke Rumah Sakit Mukomuko untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Pada awal evakuasi, identitas korban belum diketahui. Basarnas kemudian menyampaikan bahwa jasad tersebut merupakan Endar Permana, pelajar kelas XI asal Desa Ranah Karya, Kecamatan Lubuk Pinang, Kabupaten Mukomuko.
Polisi Temukan Dugaan Tanda Kekerasan
Kapolres Mukomuko AKBP Riky Crisma Wardana mengatakan pemeriksaan awal menunjukkan adanya sejumlah luka pada tubuh korban.
Di antaranya terdapat tanda benturan benda tumpul pada bagian kepala dan sekitar mata, serta luka robek di area bibir. Polisi juga mendalami informasi mengenai sepeda motor dan telepon seluler milik korban yang diduga hilang.
Riky menyebut penyidik untuk sementara menduga korban meninggal akibat tindak pidana, tetapi proses penyelidikan masih berlangsung.
“Untuk sementara kami menduga jenazah ini merupakan korban pembunuhan. Tetapi penyelidikan masih terus dilakukan untuk memastikan bagaimana kejadian sebenarnya,” ujar Riky.
Polisi masih menelusuri kronologi sebelum korban ditemukan, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain serta motif di balik kematian korban.
Bukan Bagian dari Rombongan Arupadatu I
Polda Banten memastikan jasad Endar Permana tidak berkaitan dengan pencarian rombongan KM Arupadatu I.
Kapal cepat tersebut membawa lima jurnalis dan tiga kru ketika hilang kontak pada 7 September 2026 saat rombongan hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Dari delapan orang tersebut, satu kru bernama Surakman atau Sukarman telah ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu. Hasil pemeriksaan DNA memastikan jenazah tersebut merupakan Surakman, sehingga tujuh orang lainnya masih belum ditemukan.
Surakman ditemukan di Pulau Enggano pada 12 September. Jarak Pulau Enggano dengan titik terakhir kapal terdeteksi di kawasan Selat Sunda diperkirakan sekitar 345 kilometer.
Sementara itu, lokasi penemuan Endar di kawasan Mukomuko dinyatakan tidak berkaitan dengan rombongan tersebut. Basarnas Bengkulu juga menyebut jarak lokasi penemuan dengan Pulau Enggano sekitar 350 kilometer.
Penemuan jasad Endar kini ditangani kepolisian setempat, sedangkan penyebab pasti kematiannya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.