JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) menjatuhkan sanksi kepada SPPG Magersari 2 di Rembang, Jawa Tengah, setelah muncul dugaan gangguan kesehatan pada penerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sebanyak 105 siswa dan delapan guru SMAN 1 Rembang dilaporkan mengalami diare dan mual setelah menyantap menu MBG.
Sebagai langkah awal, BGN mencopot kepala SPPG Magersari 2 dan menghentikan sementara aktivitas dapur yang bertugas menyiapkan makanan bagi sekolah tersebut.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan dapur tersebut kini menjalani suspend berat selama 30 hari.
“Sementara kita sudah berlakukan suspend berat selama 30 hari ke depan. Kalau recovery dan perbaikan tidak jalan maka tidak menutup kemungkinan kita lakukan penutupan permanen,” kata Ketut.
BGN juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dapur SPPG Magersari 2 sambil menunggu hasil uji laboratorium dari Dinas Kesehatan.
“Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinkes. Tim kita juga melakukan investigasi secara menyeluruh baik standar dan kelayakan dapurnya termasuk personel yang ada di dapur,” ucap Ketut.
Pemeriksaan mencakup kondisi fasilitas, kelayakan dapur, penerapan prosedur pengolahan makanan, hingga kondisi personel yang terlibat dalam penyediaan menu MBG.
BGN menyatakan evaluasi diperlukan untuk mengetahui apakah seluruh standar operasional prosedur (SOP) keamanan pangan telah dijalankan oleh pengelola SPPG.
Ketut menegaskan keselamatan penerima manfaat menjadi perhatian utama dalam penanganan kasus yang terjadi di SMAN 1 Rembang tersebut.
“Demi keselamatan dan kesehatan penerima manfaat. Kami tidak segan untuk mengambil tindakan tegas baik terhadap operasional dapurnya maupun pelaksana di lapangan,” ujar Ketut.
Kasus ini diketahui setelah sejumlah siswa dan guru mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi menu MBG pada Kamis, 24 September 2026.
Menu yang dibagikan kepada siswa saat itu terdiri atas nasi, bakwan jagung, serta pentol dengan bumbu Bali.
Kepala SMAN 1 Rembang, Endang Sri Lestari, menyebut jumlah siswa yang mengalami keluhan mencapai 105 orang, sedangkan delapan guru turut terdampak.
“Sebanyak 105 murid terdampak diare dan ada delapan guru. Untuk tendik tidak ada,” kata Endang saat dikonfirmasi pada Sabtu, 26 September 2026.
Data tersebut dihimpun sekolah hingga Jumat, 25 September 2026, dengan sebagian siswa telah membaik setelah memperoleh penanganan.
Pada Jumat malam, masih terdapat 28 siswa yang dilaporkan mengalami diare dan mual akibat keluhan kesehatan yang muncul setelah konsumsi makanan.
Meski keluhan terjadi setelah makanan MBG dikonsumsi, hubungan sebab-akibatnya belum dapat dipastikan sebelum hasil pemeriksaan laboratorium diterbitkan.
BGN masih menunggu hasil pengujian Dinas Kesehatan sembari melanjutkan investigasi terhadap SPPG Magersari 2 untuk memastikan sumber persoalan.
Sanksi terhadap SPPG Magersari 2 menjadi bagian dari pengawasan BGN terhadap pelaksanaan program MBG dan standar keamanan pangan bagi penerima manfaat.***