Bos tim Mercedes, Toto Wolff, meluapkan kekesalannya terhadap tuduhan konspirasi yang menyebut timnya sengaja memprioritaskan Andrea Kimi Antonelli ketimbang George Russell dalam perebutan gelar juara dunia F1 2026. Wolff tanpa ragu menyebut para pembuat teori konspirasi tersebut sebagai pihak yang “tak berotak”.
Saat ini, Antonelli memimpin perburuan gelar dengan keunggulan 84 poin atas Russell menjelang tujuh seri terakhir. Pebalap muda asal Italia berusia 20 tahun itu berpeluang besar mencatatkan rekor sebagai juara dunia F1 termuda dalam sejarah.
Namun, beberapa nasib buruk berupa kendala teknis beruntun yang dialami Russell—termasuk kegagalan mesin saat memimpin di F1 GP Malaysia—memicu spekulasi liar di media sosial bahwa Silver Arrows sengaja menyabotase pebalap asalnya sendiri.
“Mereka yang berpikir demikian itu tidak berotak. Sangat tidak masuk akal. Apakah mereka pikir saya punya tombol rahasia bertuliskan ‘mesin George rusak sekarang’, atau sengaja merugikan satu pebalap di saat kami sedang bertarung berebut Gelar Konstruktor?” semprot Wolff di F1 GP Singapura.
Semua Pebalap Diberi Perlengkapan dan Peluang Sama
Wolff menegaskan bahwa etos kerja dan integritas tim Mercedes sejak dirinya bergabung pada 2013 tidak pernah berubah. Kedua pebalap selalu mendapatkan perlakuan dan material yang setara di lintasan.
Terkait perbedaan spesifikasi mobil di Singapura—di mana Antonelli menggunakan paket aerodinamika W17 terbaru sementara Russell memakai spesifikasi lama—Wolff menjelaskan hal itu murni uji komparatif teknis, bukan bentuk kepatuhan politik tim.
-
Pengakuan Wolff: “Bahkan jika secara matematis Kimi lebih berpeluang menjuarai musim ini, kami tetap memberikan peluang yang sama kepada George.”
-
Kritik untuk Netizen: “Daripada menonton Formula 1, orang-orang yang membuat tuduhan semacam ini lebih cocok menonton Teletubbies atau Mickey Mouse.”
Hubungan Nyata di Luar Lintasan
Wolff menambahkan bahwa hubungannya dengan Russell sangat dekat secara personal, begitu pula dengan Antonelli yang telah dibina tim sejak berusia 11 tahun.
“George sudah bersama kami sejak usia 17 tahun. Kami sangat dekat, bahkan sering minum kopi dan berolahraga bersama di luar trek. Sangat mengesalkan melihat orang-orang gila di media sosial yang tidak paham cara kerja sebuah tim tiba-tiba membuat tuduhan tak berdasar,” tegas Wolff.
Akibat kerusakan mesin di Sepang, Russell dipastikan harus mengawali balapan F1 GP Singapura dari posisi paling belakang usai melebihi alokasi komponen mesin musim ini. Meski demikian, Russell berhasil mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan bebas (Free Practice) menggunakan spesifikasi mobil yang sempat diragukan tersebut.