Manajer Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, meyakini Aprilia tidak akan ragu menerapkan team order (instruksi tim) demi melancarkan jalan Jorge Martin merengkuh gelar juara dunia MotoGP 2026. Tardozzi menegaskan bahwa langkah politis semacam itu wajar terjadi di penghujung musim yang kian krusial.
Pernyataan ini dilontarkan usai seri sengit di GP Indonesia (Mandalika), di mana sang juara bertahan Marc Marquez (Ducati) menempel ketat Jorge Martin di puncak klasemen dengan hanya selisih dua poin.
Di Mandalika, Ducati sempat mengejutkan Aprilia setelah Marquez memenangi Sprint Race memanfaatkan insiden di Tikungan 1 serta masalah tekanan ban yang dialami Martin. Kemenangan tersebut bahkan sempat mengantar Marquez ke puncak klasemen untuk pertama kalinya musim ini.
Namun, Aprilia langsung membalas di balapan utama (Grand Prix) hari Minggu dengan mendominasi empat posisi teratas sekaligus. Meski Marquez harus puas finis di posisi keenam, Ducati beruntung karena Martin hanya mampu mengamankan podium ketiga di belakang Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez.
“Datang dengan tertinggal dua poin dari Martin dan pulang tetap dengan selisih dua poin adalah hasil yang patut disyukuri bagi kami. Masalah utamanya adalah Aprilia membuktikan diri sangat dominan di sirkuit ini. Jika kami bisa bertahan pada seri berikutnya di Australia, perebutan gelar juara dunia masih sangat terbuka,” ujar Tardozzi kepada Sky Italia.
Tardozzi: Team Order Itu Logis dan Sah
Sejauh ini, Aprilia menyatakan belum akan menerapkan team order selama pebalap mereka masih berpeluang secara matematis mengejar gelar. Namun, Tardozzi—yang berpengalaman menangani skenario ‘Mapping 8’ untuk Jorge Lorenzo saat perebutan gelar 2017—meyakini kebijakan itu tinggal menunggu waktu.
“Saya tidak ragu bahwa cepat atau lambat Aprilia akan mengeluarkan team order. Menurut saya itu langkah yang sangat tepat, logis, dan saya pun akan melakukan hal yang sama,” tegas Tardozzi.
Usai Mandalika, hanya tersisa delapan pebalap yang secara matematis masih berpeluang menjadi juara dunia. Jika Ducati ingin menerapkan strategi serupa untuk membantu Marquez, tiga pebalap mereka—Pecco Bagnaia, Franco Morbidelli, serta Fermin Aldeguer—sudah tertutup peluangnya. Namun, Bagnaia tengah mengalami penurunan performa, Morbidelli jarang di barisan depan, sementara Aldeguer menderita patah tulang tangan kanan.
Peta Persaingan Aprilia dan Dilema Musim Depan
Sebaliknya, seluruh empat pebalap Aprilia saat ini masih berada dalam jangkauan alokasi maksimal 185 poin tersisa di lima seri pamungkas.
Bezzecchi kini membayang di posisi ketiga (selisih 46 poin dari Martin), diikuti Ai Ogura (selisih 96 poin), dan Raul Fernandez (selisih 119 poin). Isu team order sempat berhembus ketika Fernandez tidak diminta memberikan posisi kedua kepada Martin pada balapan hari Minggu lalu.
Penerapan team order di kubu Aprilia diprediksi bakal makin rumit karena dinamika kontrak pebalap untuk musim 2027:
-
Pebalap Bertahan: Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez dipastikan tetap memperkuat Aprilia.
-
Pebalap Hijrah: Jorge Martin dan Ai Ogura dijadwalkan akan membelot ke kubu Yamaha pada musim depan.