Suasana duka mendalam menyelimuti keluarga besar Institut Teknologi Bandung (ITB). Seorang mahasiswa Program Sarjana Teknik Pertambangan (FTTM ITB), Dody Muhammad Pasha, meninggal dunia saat berpartisipasi dalam ajang olahraga ITB Ultra Marathon 2026 pada Sabtu (17/10/2026).
Almarhum mengembuskan napas terakhir usai berlaga pada kategori perlombaan Relay 16.
Pihak panitia penyelenggara dan pimpinan kampus ITB secara resmi menyampaikan belasungkawa serta simpati mendalam atas tragedi yang menimpa civitas akademika tersebut.
“Segenap panitia dan keluarga besar ITB Ultra Marathon 2026 menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Dody Muhammad Pasha, peserta Relay 16 ITB Ultra Marathon 2026. Kepergian almarhum menjadi duka mendalam bagi seluruh keluarga besar ITB,” tulis keterangan resmi panitia, Minggu (18/10/2026).
Kronologi Pertolongan Medis di Jalur Lintas Cianjur
Insiden memilukan tersebut terjadi di lintasan lari kawasan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tepatnya di sekitar titik Pesantren Al-Ittihad pada Sabtu (17/10/2026).
Begitu insiden terjadi, tim medis darurat yang bertugas di lapangan—termasuk dokter spesialis—langsung diterjunkan untuk memberikan tindakan pertolongan pertama (first aid) secara maksimal.
Guna penanganan medis tingkat lanjut, almarhum segera dilarikan menggunakan ambulans menuju RS Dr. Hafiz Cianjur. Tim dokter rumah sakit telah mengupayakan berbagai prosedur medis darurat, namun takdir berkata lain dan nyawa almarhum tidak dapat tertolong.
Pendampingan Kampus hingga Pemakaman di Jambi
Pada Minggu (18/10/2026), jenazah almarhum diberangkatkan menuju rumah duka di Jambi. Rombongan membawa jenazah diperkirakan tiba pada Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB, dan prosesi pemakaman dijadwalkan berlangsung pada Senin (19/10/2026).
Sebagai bentuk penghormatan terakhir dan kepedulian kampus, pimpinan ITB menerjunkan tim resmi untuk mendampingi keluarga korban hingga seluruh prosesi pemakaman selesai.
Pendampingan langsung di lapangan diwakili oleh Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat ITB, Imam Santoso, bersama perwakilan pimpinan dan dosen dari Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) ITB.