Rekaman video amatir yang memperlihatkan aksi sigap petugas pengamanan mengawal pintu rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang gagal tertutup sempurna mendadak viral di berbagai platform media sosial. Pihak KAI Commuter lantas angkat bicara dan membenarkan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada perjalanan KRL rute Bekasi menuju Angke.
Dalam video berdurasi singkat yang beredar luas pada Senin (19/10/2026), tampak seorang petugas Pengamanan Kereta (PAM Walka) berdiri siaga berjaga di dekat pintu kereta yang menganga lebar. KRL tersebut terpantau tetap melaju membawa penumpang di tengah kendala teknis pintu yang mendera rangkaian KRL seri lama eks-Jepang tersebut.
VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, mengonfirmasi bahwa insiden itu dialami oleh Commuter Line No 5045 relasi Bekasi–Angke pada Senin pagi.
“KAI Commuter menindaklanjuti kendala perjalanan Commuter Line berupa pintu yang tidak bisa tertutup sempurna pada perjalanan KA 5045 relasi Bekasi–Angke. Untuk memastikan keamanan dan keselamatan pengguna selama di perjalanan, Petugas PAM Walka langsung mengambil langkah pengamanan dengan berkoordinasi bersama pihak terkait,” ujar Karina saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Aksi Siaga Petugas dan Penanganan Teknis di Manggarai
Karina menjelaskan, demi mengantisipasi potensi bahaya bagi para penumpang di dalam gerbong, petugas Walka secara sukarela dan penuh tanggung jawab berdiri mengawal serta menjaga area pintu terbuka tersebut sepanjang perjalanan kereta melaju.
Rangkaian kereta kemudian dioperasikan secara hati-hati hingga tiba di Stasiun Manggarai. Di stasiun transit tersibuk tersebut, tim teknis langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan serta perbaikan darurat pada sistem pengunci pintu yang bermasalah.
“Petugas PAM Walka menjaga di pintu tersebut saat Commuter Line berjalan. Selanjutnya perjalanan dijalankan hingga Stasiun Manggarai untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan awal,” imbuhnya.
Usai menjalani penanganan sementara di Manggarai, KRL melanjutkan perjalanan menuju stasiun akhir di Angke. Setibanya di sana, rangkaian kereta yang mengalami gangguan teknis tersebut langsung ditarik dari peredaran dan digantikan oleh sarana baru guna menjalani investigasi mendalam di Depo.
Menanggapi ketidaknyamanan yang dialami para pengguna jasa, manajemen KAI Commuter menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada seluruh penumpang yang terdampak gangguan layanan pintu otomatis hari itu.
Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan faktor keselamatan diri, serta patuh terhadap instruksi dan arahan petugas baik yang berada di area stasiun maupun di dalam gerbong kereta.