Pembalap andalan Scuderia Ferrari, Charles Leclerc, mengonfirmasi bahwa dirinya tidak akan mengorbankan satu pun seri balapan Formula 1 (F1) mendatang, meskipun momen kelahiran anak pertamanya sudah makin dekat.
Awal tahun ini, pembalap asal Monako tersebut membagikan kabar bahagia bahwa sang istri, Alexandra, sedang mengandung buah hati pertama mereka.
Tanggal perkiraan lahir (due date) sang bayi diprediksi jatuh pada beberapa pekan ke depan—bertepatan dengan agenda kompetisi yang sangat padat. F1 musim 2026 menyisakan jadwal maraton berupa enam putaran Grand Prix hanya dalam kurun waktu tujuh pekan hingga penutupan musim di Qatar dan Abu Dhabi.
Komitmen Penuh di Kokpit dan Papan Atas
Berbicara kepada awak media di sela-sela persiapan GP Amerika Serikat (US Grand Prix), Leclerc menegaskan komitmen profesionalnya untuk tetap berada di balik kemudi Ferrari pada hari balapan.
“Tidak, saya rasa saya tidak akan melewatkan satu balapan pun. Saya akan melakukan segala cara agar bisa berada di rumah sebanyak mungkin di antara jeda balapan,” ujar Leclerc.
Pembalap berusia 29 tahun tersebut menyadari potensi keterlambatan tiba di lokasi sirkuit akibat mendampingi sang istri, namun menegaskan posisinya tidak akan goyah saat balapan utama digelar.
“Jadi, saya mungkin akan tiba sedikit terlambat di sirkuit. Tapi yang pasti, saya akan tetap turun bertanding pada balapan hari Minggu,” tegasnya.
Target Leclerc: Berburu Kemenangan, Bukan Sekadar Runner-Up
Selain membicarakan dinamika kehidupan pribadinya, Leclerc memaparkan fokus utamanya bersama Ferrari di sisa musim 2026. Kendati Ferrari berpeluang mengunci posisi kedua di klasemen konstruktor, Leclerc menyebutkan bahwa mengakhiri puasa kemenangan jauh lebih krusial.
Scuderia Ferrari diketahui belum kembali mencicipi podium tertinggi sejak kemenangan terakhir mereka di Grand Prix Inggris pada awal Juli lalu.
“Hal terpenting bagi kami adalah fokus dari balapan ke balapan dan berusaha mengamankan kemenangan sebanyak mungkin dari sekarang hingga akhir musim. Hasil itu secara otomatis akan membawa kami ke posisi kedua klasemen konstruktor,” urai Leclerc.
Bagi Leclerc, mengakhiri musim dengan podium utama memiliki nilai moral yang jauh lebih tinggi dibandingkan sekadar meraih posisi runner-up di papan klasemen tim.
“Finis kedua di klasemen konstruktor bukanlah hal yang terlalu saya pusingkan. Memang lebih baik daripada posisi ketiga, tapi itu bukan kepuasan besar. Kepuasan yang jauh lebih besar adalah jika kami mampu bertarung dan memenangi balapan sebelum akhir tahun. Itu akan menjadi sinyal positif untuk memulai musim depan dengan optimisme tinggi,” pungkasi Leclerc.