Manajemen tim Aprilia akhirnya membeberkan alasan mendasar di balik keputusan menarik Jorge Martin dari sesi latihan resmi (Practice) MotoGP Malaysia 2026, Jumat (30/10/2026). Langkah tersebut diambil murni untuk melindungi kondisi fisik sang pembalap yang tengah berjuang menahan rasa sakit akibat cedera patah pergelangan tangan kanan.
Cedera tersebut didapat Martin usai mengalami insiden crash hebat dalam sesi Sprint Race GP Australia di Phillip Island pekan lalu. Meski sempat dinyatakan fit oleh tim medis pada Kamis dan berhasil melahap 12 putaran pada sesi FP1 pagi hari (menempati posisi ke-20 dengan selisih 1,8 detik), Martin hanya sanggup bertahan beberapa menit pada sesi sore hari.
Pembalap asal Spanyol itu hanya mampu mencatatkan tiga putaran sebelum akhirnya kembali ke garasi dan menghentikan aksinya.
Pernyataan Aprilia: Sulit Menahan Tumpuan Gaya G-Force Motor
Manajer Tim Aprilia, Paolo Bonora, mengonfirmasi bahwa keputusan penghentian tersebut diambil atas kesepakatan bersama antara pihak tim, pembalap, serta tim medis yang dipimpin Dr. Ángel Charte.
“Bersama tim dokter, kami memutuskan untuk tidak melanjutkan sesi ini dan akan memantau kondisinya hingga besok pagi. Saat ini, jika ia dipaksakan melakukan time attack untuk mengejar catatan waktu, sangat sulit baginya untuk menahan tumpuan gaya pada motor,” jelas Bonora kepada media resmi MotoGP.
“Jadi, jauh lebih baik untuk tidak mengambil risiko sama sekali. Kami sepakat dengan Dr. Charte untuk tidak memaksakan diri di sesi ini,” tambahnya.
Bukan karena Momen ‘Scare’ di Tikungan 12
Di pertengahan sesi, Martin sempat mengalami momen menegangkan (scare) saat melintasi Tikungan 12 pada putaran keempatnya. Momen itu memaksa Martin membatalkan hot lap dan langsung mengarahkan motornya masuk ke lorong pitlanes sebelum akhirnya berjalan keluar dari bagian belakang garasi Aprilia.
Namun, Bonora menegaskan bahwa insiden kecil di lintasan tersebut sama sekali tidak menjadi pemicu keputusan tim.
“Sama sekali tidak ada kaitannya. Keputusan kami murni didasarkan pada pertimbangan medis yang objektif, bukan karena situasi menegangkan di Tikungan 12 tersebut,” tegas Bonora.
Kepastian Tampil Masih Abu-Abu, Opsi Balapan Basah Jadi Harapan
Hingga saat ini, belum ada pengumuman resmi apakah Martin akan melanjutkan partisipasinya di sisa rangkaian GP Malaysia pekan ini. Jika memilih terus bertarung, juara dunia 2024 tersebut dipastikan harus merangkak melalui sesi Kualifikasi 1 (Q1) pada Sabtu pagi.
Faktor cuaca berpotensi menjadi penentu langkah Martin. Prakiraan cuaca memprediksi hujan akan mengguyur kawasan Sepang mulai Sabtu sore. Kondisi lintasan basah (wet race) dapat memberi keuntungan fisik bagi Martin, mengingat menunggangi motor di trek basah tidak membutuhkan pengereman ekstrem sehingga beban pada pergelangan tangannya jauh lebih ringan.
Situasi ini menjadi kerugian besar bagi Martin yang saat ini tertinggal 10 poin dari Marc Marquez di tabel klasemen sementara. Terlebih lagi, rival utamanya dari Ducati Lenovo itu tampil sangat dominan dengan menyapu bersih posisi tercepat pada dua sesi latihan hari Jumat.