Garuda Tv – Keterbatasan lahan pemakaman menjadi persoalan serius yang dihadapi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Dari total 80 tempat pemakaman umum (TPU) yang tersebar di lima wilayah ibu kota, sebanyak 69 TPU telah berstatus penuh. Sementara itu, hanya 11 TPU yang masih memiliki kapasitas untuk pemakaman baru.
Kondisi tersebut terjadi di tengah tingginya angka kematian di Jakarta. Data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil tahun 2025 mencatat, jumlah kematian di ibu kota rata-rata mencapai lebih dari 92 ribu jiwa setiap tahun, dengan populasi penduduk lebih dari 11 juta jiwa.
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta juga mencatat, luas seluruh areal TPU di Jakarta tidak sampai satu persen dari total luas wilayah provinsi.
Terbatasnya lahan membuat warga semakin kesulitan mendapatkan petak makam baru, terutama di wilayah domisili terdekat. Dalam kondisi tertentu, pemakaman harus memanfaatkan makam keluarga yang sudah ada melalui sistem makam tumpang.
Anggota DPRD DKI Jakarta, Lazarus Simon Ishak, mengungkapkan bahwa kapasitas petak makam yang siap digunakan diperkirakan hanya mampu bertahan sekitar sembilan bulan atau hingga pertengahan 2027.
“Kebutuhan yang paling juga mendesak adalah makam. Dari 80 TPU, 69 sudah penuh dan hanya melayani makam tumpang dengan rata-rata 100 pemakaman tiap hari. Petak makam yang siap dipakai hanya cukup selama sembilan bulan atau habis sekitar pertengahan 2027,” kata Lazarus.
Menurutnya, pengadaan lahan pemakaman baru harus menjadi prioritas dalam penyusunan APBD DKI Jakarta 2027. Sebab, proses pengadaan membutuhkan kajian teknis hingga penetapan lokasi yang tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat.
Ia menilai penundaan pengadaan lahan akan semakin menyulitkan masyarakat yang membutuhkan tempat pemakaman bagi anggota keluarganya.
“Pengadaan lahan memerlukan kajian dan penetapan lokasi yang memakan waktu, sehingga penundaan satu tahun lagi akan membuat krisis makam semakin sulit diatasi. Warga yang berduka semestinya tidak harus mencari tempat makam, apalagi pemakaman kerabatnya jauh ke luar kota,” ujarnya.
Lazarus juga meminta agar lahan yang berdampingan dengan TPU yang sudah ada ditetapkan sebagai prioritas pengadaan dalam APBD 2027.
Di sisi lain, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyiapkan sejumlah langkah untuk mengatasi keterbatasan lahan pemakaman. Selain mencari lahan baru di luar atau pinggiran kota, Pemprov DKI akan melakukan penataan kembali kawasan TPU.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menertibkan bangunan dan permukiman warga yang berada di dalam zona pemakaman. Warga yang terdampak penertiban direncanakan direlokasi ke rumah susun milik Pemprov DKI Jakarta.
Pemprov DKI juga akan mengoptimalkan sistem makam tumpang, yakni pemanfaatan satu petak makam untuk anggota keluarga yang sama. Penerapannya tetap harus mengikuti prosedur administratif serta mendapatkan persetujuan penuh dari pihak keluarga.
Di tengah pesatnya pembangunan ibu kota, keterbatasan lahan pemakaman menjadi persoalan tata ruang yang membutuhkan penanganan serius. Pengadaan lahan baru, penataan kawasan TPU, dan optimalisasi makam tumpang menjadi sejumlah langkah yang perlu dipertimbangkan agar kebutuhan pemakaman warga Jakarta tetap terpenuhi.
Caption, Editor & Upload: Tijani
GARUDA TV – Digital TV Indonesia, Berita Terpercaya
Saksikan Garuda TV di Free to Air atau Streaming melalui:
www.garuda.tv | YouTube Garuda TV | Aplikasi Vidio | Wewatch | IndiHome CH111 | Transvision CH824 | FirstMedia CH45
Scan ulang saluran digital kamu sekarang ya dan saksikan terus program-program seru terbaru hanya di GarudaTV.
🔴 Subscribe GarudaTV Official Youtube Channel https://www.youtube.com/@garudatv.official
🔴 Follow our Official TikTok https://www.tiktok.com/@garudatvnews
🔴 Like our Official Facebook https://www.facebook.com/garudatv.official
🔴 Follow our Official Instagram https://www.instagram.com/garudatv.official/