REMBANG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, belum sepenuhnya pulih setelah empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Hingga akhir Oktober 2026, keempat dapur tersebut masih berstatus suspend meskipun pengelolanya telah mengajukan permohonan agar operasional kembali diizinkan.
Mengutip laporan Suara Merdeka, Senin (11/2/2026), dapur yang belum mendapatkan lampu hijau dari BGN meliputi SPPG Mondoteko 3, Soditan, Ngemplak, dan Magersari.
Koordinator SPPG Kabupaten Rembang, Aprilia Qoulan Syakila, mengatakan seluruh pengelola telah mengirimkan permohonan pencabutan sanksi dan kini menunggu keputusan BGN.
Pembekuan paling awal dialami SPPG Mondoteko 3 sejak 6 Agustus 2026, kemudian disusul Soditan pada awal September, Ngemplak pada pekan kedua September, dan Magersari pada akhir September.
Menurut Aprilia, pengajuan pembukaan kembali membutuhkan proses karena pengelola harus menyelesaikan berbagai perbaikan fasilitas serta memenuhi persyaratan administrasi.
BGN mewajibkan pengelola menyerahkan laporan perbaikan dapur, melengkapi sertifikat halal dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), serta membuat komitmen pencegahan agar kejadian luar biasa (KLB) tidak kembali terjadi.
Mitra SPPG Soditan, Widyastuti, membenarkan dapur yang dikelolanya belum memperoleh izin untuk kembali mendistribusikan makanan MBG.
Ia mengungkapkan, terdapat sedikitnya 10 bagian fasilitas yang harus dibenahi untuk memenuhi standar pencabutan sanksi.
Perbaikan tersebut mencakup saluran drainase, dinding ruang susu, pengendalian hama, serta pemasangan perangkat pembasmi serangga di gudang penyimpanan kering.
Pengelola juga memperbaiki pendingin ruangan di tempat penyimpanan dingin, memasang tirai hingga menyentuh lantai, dan membenahi tempat pencucian peralatan memasak.
Selain itu, kolam khusus untuk menempatkan tabung gas LPG turut dibangun sebagai bagian dari peningkatan standar keamanan dapur.
Widyastuti menyebut sebagian besar pekerjaan perbaikan telah rampung sehingga pengelola kini menantikan keputusan BGN terkait pencabutan suspend.
5.285 Siswa Tidak Mendapat MBG
Penghentian operasional empat SPPG tersebut berdampak langsung terhadap ribuan pelajar di Kabupaten Rembang.
PIC MBG Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Rembang, Ngadiyono, mencatat sebanyak 30 sekolah sementara tidak memperoleh distribusi makanan bergizi.
Jumlah siswa yang terdampak berdasarkan pendataan Dindikpora mencapai 5.285 orang.
Mereka berasal dari wilayah pelayanan SPPG Ngemplak, termasuk MAN 2 Rembang, wilayah SPPG Soditan yang mencakup SMA Negeri 1 Lasem, serta layanan SPPG Magersari yang mencakup SMA Negeri 1 Rembang.
Berbeda dengan tiga dapur tersebut, penerima manfaat SPPG Mondoteko 3 masih mendapatkan makanan karena distribusinya telah dialihkan ke dapur lain.
Ratusan Ibu dan Balita Ikut Terdampak
Penghentian layanan MBG tidak hanya memengaruhi kalangan pelajar, tetapi juga kelompok rentan yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Sebanyak 436 orang dari kelompok tersebut turut kehilangan sementara akses terhadap layanan makanan bergizi akibat pembekuan dapur.
Data penerima manfaat berdasarkan wilayah menunjukkan SPPG Ngemplak mencatat 1.950 orang, SPPG Soditan sebanyak 1.914 orang, dan SPPG Magersari sebanyak 1.857 orang.
Jika dijumlahkan, ketiga wilayah tersebut memiliki 5.721 penerima manfaat, berbeda dari angka 5.285 siswa yang disampaikan Dindikpora.
Ngadiyono menjelaskan, kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita juga belum menerima distribusi MBG karena dapur penyedia makanan mereka masih belum diizinkan beroperasi.
Hingga akhir Oktober 2026, pemulihan layanan di empat SPPG tersebut masih bergantung pada hasil evaluasi dan persetujuan BGN setelah seluruh persyaratan perbaikan dipenuhi.***