JAKARTA – Kehadiran LeBron James ternyata memberikan keuntungan lebih besar bagi Philadelphia 76ers dibandingkan ekspektasi awal ketika mereka merekrut megabintang tersebut pada bursa transfer offseason.
Selain kemampuan mencetak angka, mengatur serangan, dan memimpin rekan setim, LeBron justru memperlihatkan kontribusi mengejutkan melalui penampilan defensif yang kembali solid.
Pemain berjuluk King James itu menunjukkan kemampuan bertahan yang mengesankan dalam tujuh pertandingan awal bersama Philadelphia.
Mengutip The Sixer Sense, Senin (2/11/2026), pencapaian tersebut terasa istimewa mengingat usianya hampir 42 tahun dan tanggung jawabnya masih cukup besar dalam skuad 76ers.
Dalam beberapa musim terakhir, kemampuan bertahan LeBron memang tidak lagi sekuat masa jayanya, sehingga peningkatan performa di sektor ini menjadi kejutan positif bagi Philadelphia.
Pertahanan 76ers Jadi Kunci Kemenangan
Menariknya, Philadelphia justru belum memperlihatkan produktivitas serangan yang konsisten meskipun mengawali musim dengan catatan enam kemenangan dan satu kekalahan.
Kekuatan utama tim asuhan Nick Nurse tersebut justru terletak pada pertahanan kolektif yang menempati peringkat keempat terbaik dari 30 tim NBA.
Kokohnya barisan pertahanan membuat Philadelphia mampu melewati periode sulit ketika produktivitas poin menurun atau akurasi tembakan para pemain tidak maksimal.
Ketangguhan tersebut juga terlihat ketika pertandingan memasuki fase krusial, karena 76ers belum pernah menelan kekalahan dalam situasi akhir laga yang berlangsung ketat.
LeBron Jadi Pemain Bertahan Serbabisa
Peran LeBron menjadi salah satu faktor penting yang membuat Philadelphia mampu membangun pertahanan kompetitif sejak awal musim.
Pelatih Nick Nurse membutuhkan pemain yang fleksibel untuk menjaga berbagai posisi lawan sekaligus menjalankan strategi pertukaran penjagaan atau cross-match.
LeBron mampu memenuhi kebutuhan tersebut dengan menjalankan tugas defensif di beberapa posisi sesuai kebutuhan pertandingan.
Meski tidak selalu ditugaskan menjaga pemain terbaik lawan, kontribusinya tetap terlihat melalui kemampuannya membatasi efektivitas tembakan pemain yang berada dalam pengawasannya.
Sebelum pertandingan menghadapi Charlotte Hornets, lawan yang dijaga langsung oleh LeBron hanya mampu mencatatkan akurasi tembakan lapangan sebesar 27,8 persen.
Catatan tersebut termasuk salah satu yang terbaik di antara para pemain bertahan NBA pada periode tersebut.
Peluang 76ers Perebutan Gelar Kia Terbuka
Kemampuan bertahan LeBron sebenarnya bukan sesuatu yang asing karena ia pernah dikenal sebagai salah satu pemain dengan kemampuan defensif terbaik di NBA.
Namun, dalam beberapa musim terakhir, intensitas pertahanannya cenderung berkurang sehingga penampilan awal bersama Philadelphia memberikan sinyal positif.
Ambisi 76ers untuk bersaing memperebutkan gelar juara tampaknya turut mendorong LeBron memberikan kontribusi lebih menyeluruh di kedua sisi lapangan.
Jika konsistensi tersebut dapat dipertahankan sepanjang musim, Philadelphia berpeluang memiliki kekuatan lebih besar untuk bersaing dengan para kandidat juara NBA.
Kombinasi kemampuan menyerang, pengalaman, kepemimpinan, dan pertahanan LeBron bisa menjadi modal penting bagi 76ers dalam mengejar target tertinggi mereka musim ini.***